Harus memiliki pasar jika ingin untung

0 354
banner 468x60
banner 160x600

20141029-115207_82Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kab Bandung Nono Sambas mengatakan, saat ini jumlah petani di Kab Bandung yang menanam padi organik jumlahnya masih minim tidak lebih dari 5%.

"Kenapa masih sedikit? karena petani menganggapnya ribet. Pupuk harus mengolah sendiri dan membutuhkan tempat yang luas untuk pengolahan pupuknya pun. Belum lagi jarak pengangkutan pupuk ke sawahnya," katanya,
Belum lagi, sertifikasi padi organik yang ditanamnya haruslah dikantongi untuk meyakinkan calon konsumen. Sedangkan biaya untuk sertifikasi sendiri tidak murah karena mencapai Rp30 juta.

Dengan kondisi tersebut, ongkos produksi padi organik menjadi tidak murah. Dalam setiap hektarnya, petani bisa merogoh kocek hingga Rp10 juta dengan produktivitas padi yang dihasilkan tidak lebih dari 5,5 ton saja.

Oleh karena itu, bagi petani yang belum memiliki pangsa pasar yang jelas menanam padi jenis organik ini akan menyebabkan kerugian. Karena untuk menjual produk organik ini tidak bisa sembarangan seperti menjual padi atau beras jenis lainnya.

"Dengan kata lain, ada segmen khusus. Harga jual setiap kilonya pun tinggi bisa mencapai Rp18.000-20.000 per kg. Jelas sangat menguntungkan kalau memang pasarnya sudah ada," ucapnya.

Category: Ekbis
Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Harus memiliki pasar jika ingin untung"