Renungan Hadist :Larangan Melakukan Penafsiran AL-Quran Dan Hadist Tanpa Keilmuan Memadai

banner 468x60
banner 160x600

HadistAl Hadits-1 :

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

“Barangsiapa menguraikan Al Qur’an dengan akal pikirannya sendiri dan merasa benar, maka sesungguhnya dia telah berbuat kesalahan”.

(HR. Ahmad)

 

Al Hadits-2 :

Dari Ibnu Abbas ra Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

"Barangsiapa yg berkata mengenai Al-Qur’an tanpa ilmu maka ia menyediakan tempatnya sendiri di dalam neraka” (HR.Tirmidzi)

 

***

 

Imam Syafi’i ~rahimahullah mengatakan “tiada ilmu tanpa sanad”.

Al-Hafidh Imam Attsauri ~rahimullah mengatakan:

“Penuntut ilmu tanpa sanad adalah bagaikan orang yang ingin naik ke atap rumah tanpa tangga”

 

Bahkan Al-Imam Abu Yazid Al-Bustamiy , quddisa sirruh (Makna tafsir dalam QS.Al-Kahfi 60) ;

“Barangsiapa tidak memiliki susunan guru (sebagai sumber ilmu) dalam bimbingan agamanya, tidak ragu lagi niscaya gurunya syetan”.

 

(Tafsir Ruhul-Bayan Juz 5 hal. 203)

Ibnul Mubarak berkata :”Sanad merupakan bagian dari agama, kalaulah bukan karena sanad, maka pasti siapa saja akan bisa berkata apa saja yang diinginkannya (dengan akal pikirannya sendiri).”

 

(Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Muqoddimah kitab Shahihnya 1/47 no:32 )

Imam Malik ra berkata: “Janganlah engkau membawa ilmu (yang kau pelajari) dari orang yang tidak engkau ketahui catatan pendidikannya (riwayat/sanad/sumber ilmu)”

 

Note :(sanad = sumber yang jelas dan shahih/diakui kebenarannya)

Penyunting: Raja Copas Abu Jihad Muhammad al-Indunisiy

Sumber : Berbagai Sumber

Category: Pendidikan
Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Renungan Hadist :Larangan Melakukan Penafsiran AL-Quran Dan Hadist Tanpa Keilmuan Memadai"