Porta Kabayan: Saya Hanya Ingin Budaya Kesundaan Terus Hidup dan Tidak Pernah Luntur

banner 468x60
banner 160x600
IMG-20160503-WA0017

Porta Kabayan

Bandung, BCT. - Kabayan, merupakan tokoh jenaka yang muncul sekitar tahun 1976 yang lahir setelah adanya sebuah group lawak besutan Alm. Kang ibing dengan nama De'Kabayan. Seiring perkembangan Zaman, muncul tokoh-tokoh kabayan baru seperti Alm. Didi Petet, Oni "SOS" yang kini menjadi pejabat negara, Dan masih banyak kabayan-kabayan lainnya.

Namun, jika anda bermain ke kota bandung, anda bisa menemukan sosok kabayan yang bisa menjadi penyelamat anda ketika anda tersesat dan tidak tau arah atau destinasi wisata yang menarik. Porta kabayan yang di daulat sebagai Duta Pariwisata Kota Bandung itu pun sering hadir di pusat-pusat keramaian.

" Sok lah, sama kabayan di anteur mau kemana juga " ungkap nya.

Pria dengan perawakan tubuh gempalnya ini secara tidak sengaja di pilih oleh Badan Promosi Pariwisata Kota Bandung (BP2KB) pada tahun 2013 sebagai duta pariwisata. Ia pun tidak menduga akan hal itu, karena dirinya hanya menjalankan tugas sebagai kabayan di panggung sesuai arahan yang di berikan oleh pengelola panggung di setiap show nya.

" Saya tidak menduga saya bakal seperti ini, jadi kabayan!! hahahah " Ujar nya. Ia pun mengatakan dirinya kerap kali menggunakan pakaian ala kabayan di kehidupan sehari - harinya dengan baju pangsi lengkap dengan kopeah dan sarung yang di selendangkan.

Seiring waktu, masa kabayan menjadi Duta Pariwisata itu pun berkahir, namun ia sudah terlanjur cinta dengan karakter ini sehingga sulit untuknya menghilangkan mindset nya sebagai kabayan yang ia lakoni selama 3 tahun itu. " Ini mh sudah mendarah daging, jadi susah walaupun baru 3 tahun tapi saya bangga bisa menjadi kabayan dan membudayakan bahasa sunda di tengah-tengah mulai adanya isu peralihan budaya dari timur ke barat " katanya.

Porta Kabayan pun mengungkapkan, misi dia menjadi kabayan bukan untuk mencari nafkah atau mendapatkan perhatian lebih dari masyarakat. hal itu ia lakukan karena merasa miris dengan situasi dan kondisi kota bandung yang mulai sedikit demi sedikit luntur kesundaanya " orang lebih cinta dengan kebudayaan dari negara lain, kan kita tahu sendiri hampir seluruh masyarakat suka dengan dengan serial dari negeri sebrang sampai-sampai mempelajari kebudayaanya jauh ke sana " ungkapnya.

Ia pun tidak menyalahkan orang-orang yang ingin mempelajari kebudayaan dari negri orang, namun jangan sampai melupakan kebudayaan dari tanah kelahirannya, khususnya sunda.

" orang sunda mah eweuh nu make anyeo seo anyeon seo eweh jang !! " ungkapnya kepada team BCT.

Ia pun berharap semua kembali ke kesundaan yang silih asih, silih asah, silih asuh yaitu saling mengasihi, saling mengajari, dan saling membimbing di setiap individunya.

" saya juga rada aneh ya, sekarang banyak orang bandung pake gue, elo, gue, elo mungkin efek banyaknya sinetron atau tayangan di televisi yang menjadi bahasa tersebut sebagai bahasa inti " ungkapnya.

Ia pun berharap warga kota bandung bisa lebih menghargai bahasa daerahnya ketimbang daerah lain agar budaya kesundaan ini tetap eksis dan terus terjaga sebagai warisan budaya bangsa indonesia.(Rd)

Category: Budpar, Lifestyle
Email Autoresponder indonesia
author
One Response
  1. author

    Modesto Breitbarth1 year ago

    Your place is valueble for me. Thanks!…

    Reply

Leave a reply "Porta Kabayan: Saya Hanya Ingin Budaya Kesundaan Terus Hidup dan Tidak Pernah Luntur"