73 Golongan Ummat Islam di Akhir Zaman (Part 2)

1 864
banner 468x60
banner 160x600

Islam-IndonesiaUmat islam akan terpecah menjadi 7 golongan besar yaitu :

1. Mutazilah, yaitu kaum yang mengagungkan akal pikiran dan bersifat filosofis, aliran ini dicetuskan oleh Washil bin Atho (700-750 M) salah seorang murid Hasan Al Basri.

Mu’tazilah memiliki 5 ajaran utama, yakni :

1. Tauhid. Mereka berpendapat :

o Sifat Allah ialah dzatNya itu sendiri.

o al-Qur'an ialah makhluk.

o Allah di alam akhirat kelak tak terlihat mata manusia. Yang terjangkau

2. Keadilan-Nya. Mereka berpendapat bahwa Allah SWT akan memberi imbalan pada manusia sesuai perbuatannya.

3. Janji dan ancaman. Mereka berpendapat Allah takkan ingkar janji memberi pahala pada muslimin yang baik dan memberi siksa pada muslimin yang jahat.

4. Posisi di antara 2 posisi. Ini dicetuskan Wasil bin Atha  yang membuatnya berpisah dari gurunya, bahwa mukmin berdosa besar, statusnya di antara mukmin dan kafir, yakni fasik.

5. Amar ma’ruf (tuntutan berbuat baik) dan nahi munkar (mencegah perbuatan yang tercela). Ini lebih banyak berkaitan dengan hukum/fikih.

mata manusia bukanlah Ia.

Aliran Mu’tazilah berpendapat dalam masalah qada dan qadar, bahwa manusia sendirilah yang

menciptakan perbuatannya. Manusia dihisab berdasarkan perbuatannya, sebab ia sendirilah yang

menciptakan perbuatan itu.

 

Golongan Mutazilah pecah menjadi 20 golongan :

2. Syiah, yaitu kaum yang mengagung-agungkan Sayyidina Ali, mereka tidak mengakui khalifah Rasyidin yang lain seperti Khlifah Sayyidina Abu Bakar, Sayidina Umar dan Sayyidina Usman bahkan membencinya. Kaum ini di sulut oleh Abdullah bin Saba, seorang pendeta yahudi dari Yaman yang masuk islam. Ketika ia datang ke Madinah tidak mendapat perhatian dari khalifah dan umat islam lainnya sehingga ia menjadi jengkel. Golongan Syiah pecah menjadi 22  golongan dan yang paling parah adalah Syiah Sabiiyah.

3. Khawarij, yaitu kaum yang sangat membenci Sayyidina Ali, bahkan mereka mengkafirkannya. Salah satu ajarannya Siapa orang yang melakukan dosa besar maka di anggap kafir. Golongan Khawarij Pecah menjadi 20  golongan.

4. Murji’ah.

 Al-Murji’ah meyakini bahwa seorang mukmin cukup hanya mengucapkan “Laailahaillallah” saja dan ini terbantah dengan pernyataan hadits bahwa dia harus mencari dengan hal itu wajah Allah, dan orang yang mencari tentunya melakukan segala sarananya dan konsekuensi-konsekuensi pencariannya sehingga dia mendapatkan apa yang dia cari dan tidak cukup hanya mengucapkan saja. Jadi menurut al-murji’ah bahwa cukup mengucapkan “Laailahaillallah” dan setelah itu dia berbuat amal apa saja tidak akan mempengaruhi keimanannya, maka ini jelas bertentangan dengan hadits “dia mencari dengan itu wajah Allah”, maka ini adalah bentuk kesesatan al-murji’ah.

 Al-Mu’tazilah dan Al-Khawarij meyakini bahwa seorang yang melakukan dosa- dosa besar kekal didalam api neraka, dan ini terbantah dengan sabda Rasulullah “sesungguhnya Allah mengharamkan atas api neraka orang yang mengucapkan Laailahaillallah”. Menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah bahwasanya pengharaman api neraka membakar orang-orang yang mengucapkan “Laailahaillallah” itu ada dua, pertama pengharaman secara mutlak dan ini bagi orang yang mengucapkan “Laailahaillallah” dengan mendatangkan seluruh syarat-syaratnya, konsekuensi-konsekuensinya dan kandungan-kendungannya sehingga dia terlepas dari syirik besar, syirik kecil dan perbuatan-perbuatan dosa besar, kalaupun dia terjatuh kepada perbuatan dosa maka dia bertaubat dan tidak terus menerus diatasnya, maka orang yang sempurna tauhidnya seperti ini diharamkan api neraka untuk membakarnya secara mutlak, yakni dia tidak disentuh oleh api neraka sama sekali.

 Kemudian yang kedua, yaitu pengharaman yang tidak mutlak dan bersifat kurang, yang dimaksud yaitu pengharaman untuk kekal didalam api neraka, ini bagi orang-orang yang kurang tauhidnya sehingga dia terjatuh kedalam syirik kecil atau dosa-dosa besar yang dia terus menerus didalamnya, maka orang yang demikian ini diharamkan atas api neraka untuk membakarnya dalam jangka waktu yang kekal selama dia belum mengugurkan tauhidnya ketika didunia. Oleh karena itu pendapat al-mu’tazilah dan al-khawarij yang menyatakan bahwa pelaku dosa besar kekal didalam api neraka, ini adalah pendapat yang bertentangan dengan sunnah Rasulullah.

 Tidak ada dzikir yang lebih utama di dunia ini kecuali “Laailahaillallah”. Salah satu sebab dikabulkannya doa adalah dengan menggunakan sifat Allah dan nama-Nya, secara khusus memanggil Allah dengan uluhiyah-Nya, meminta dan berdoa kepada Allah dengan menyebutkan rububiyah-Nya. “Laailahaillallah” merupakan dzikir dan doa, disebut dengan doa karena orang yang mengucapkan “Laailahaillallah” mengharapkan ridha Allah dan ingin sampai kepada surga-Nya.

Golongan Murji’ah pecah menjadi 5 golongan.

5. Najariyah, Kaum yang menyatakan perbuatan manusia adalah mahluk, yaitu dijadikan Tuhan dan tidak percaya pada sifat Allah yang 20. Golongan Najariyah pecah menjadi 3 golongan.

6. Al Jabbariyah, Kaum yang berpendapat bahwa seorang hamba adalah tidak berdaya apa-apa (terpaksa), ia melakukan maksiyat semata-mata Allah yang melakukan. Golongan Al Jabbariyah pecah menjadi 1 golongan.

7. Al Musyabbihah / Mujasimah, kaum yang menyerupakan pencipta yaitu Allah dengan manusia, misal bertangan, berkaki, duduk di kursi.…………..(Dan satu golongan yang selamat adalah Ahli Sunah Wal Jamaah) Ahli Sunnah wal Jamaah (Sunni).

 

1. Pengertian. 

Secara etimologi Ahli adalah kelompok/keluarga/pengikut. Sunah adalah perbuatan-perbuatan Rasulullah yang diperagakan beliau untuk menjelaskan hukum-hukum Al Quran yang dituangkan dalam bentuk amalan. Al Jamaah yaitu Al Ummah (Al Munjid) yaitu sekumpulan orang-orang beriman yang di pimpin oleh imam untuk saling bekerjasama dalam hal urusan yang penting. Menurut istilah, Ahlu Sunah wal jamaah (aswaja) adalah sekelompok orang yang mentaati sunah Rasulullah secara berjamaah, atau satu golongan umat islam di bawah satu komando untuk urusan agama islam sesuai dengan ajaran Rasulullah dan para sahabatnya.

 

Ada 2 PUSAKA YG DI TINGGALKAN RASULULLAH S.A.W yaitu Berpegang teguhlah pada SUNAH - SUNAH  RASULULLAH S.A.W DAN KITABULLAH AL-QURAN, (dan) KALIAN TIDAK AKAN TERSESAT. ( HR. MUSLIM )

 

dan ikutilah AHLUL BAIT dan Ahlulssunah wal-jamaah . Karena Golongan  mereka Adalah Para Pewaris Nabi (termasuk para Sahabat ; Sahabiyah) Ahlussunnah wal jama’ah adalah salah satu jalan pendekatan diri kepada Allah SWT yang perpegang kepada 4 (empat) :

1. Al-Qur’an

2. Hadits (Sunnah)

3. Ijma’

4. Qiyas

Arti Ahlussunnah wal jama’ah itu sendiri diambil dari Hadits Rasulullah SAW yang beliau sabdakan :

“Islam akan menjadi terbagi menjadi 73 golongan, satu golongan yang masuk surga tanpa di hisab”, sahabat berkata : siapakah golongan tersebut ya Rasulullah ?, Nabi MUHAMMAD S.A.W bersabda : “ Ahlussunnah wal jama’ah“.

 

Yang kita tanyakan, apa itu Ahlussunnah wal jama’ah ? Semua golongan mengaku dirinya Ahlussunnah tetapi sebenarnya mereka bukan Ahlussunnah wal jama’ah karena banyak hal-hal yang mereka langgar yang mereka jalankan di dalam ajaran agama Islam, tetapi tetap mereka mengakui diri mereka yang benar. Sebenarnya kita harus mengetahui apa yang kita pelajari di dalam agama Islam atau yang kita amalkan di dalam Islam maka kita akan mengetahui kebenarannya di dalam ajaran Ahlussunnah wal jama’ah.

 

Allah SWT telah mengucapkan di dalam surat Al Fatihah pada ayat yang 5 dan 6, Allah SWT mengucapkan di dalam ayat yang ke 5 yaitu “…jalan yang lurus” dan pada ayat yang ke 6 yaitu “….jalan-jalan mereka…”, yang kita tanyakan siapa mereka-mereka itu ? Ulama Ahlussunnah wal jama’ah mereka bersepakat :

 

1. Mereka adalah Nabi Muhammad SAW dan para sahabat-sahabatnya.

2. Penerus sahabat-sahabat Nabi Muhammad SAW yang dinamakan Tabi’in.

3. Tabi’-tabi’in adalah pengikut atau murid yang mengikuti (berguru) pada orang

yang belajar langsung kepada sahabat Rasulullah SAW.

4. Dan para ulama sholihin.

 

Yang ditanyakan siapa mereka para ulama sholihin itu ? Ulama sholihin adalah ulama-ulama yang mengikuti jejak guru-guru mereka (yang tetap berpegang teguh pada sumber ilmu yang 3, yang Rasul dan Para Sahabat, Tabi’in, dan Tabi’- tabi’in) dan ulama ini sangat banyak sekali di muka bumi maka mereka menamai dirinya atau golongannya dengan nama “Ahlussunnah wal jama’ah ”.

 

Apa yang mereka ajarkan ?

 

Kita akan mengetahui kebenaran ilmu mereka maka kita harus prihatin di zaman ini banyak sekali golongan-golongan yang akan menyesatkan umat manusia karena kebodohan dan kurangnya pengertian jalan yang mereka ikuti sehingga mereka terjerumus kedalam jalan golongan-golongan yang sesat, maka berhati-hatilah membawa diri kita dan keluarga kita agar kita tidak terjerumus kedalam golongan yang tidak ada jaminan dari Rasulullah SAW.

Tidak seperi golongan kafir Syi’ah atau Rafidhah laknatullah, yang menghina dan mengkafirkan para Sahabat dan isteri Rasulullah SAW), sehingga Ulama-Ulama Ahlu Sunnah tidak menggolongkan golongan ini ke dalam satu golongan Islam, tetapi di luar Islam (kafir). Ulama-

ulama yang dimaksud adalah di antaranya Imam Syafi’I, Hanafi’ Hambali, dan Maliki, dan masih banyak ulama-ulama lainnya yang mengkafirkan golongan ini (dibahas pada kesempatan lain).

Rasulullah salallahu alaihi wa sallam bersabda:

Sesungguhnya Allah telah memilih aku dan juga telah memilih bagiku para shahabatku, maka Ia menjadikan bagiku dari mereka itu para pembantu tugasku, dan para pembelaku, dan para menantu dan mertuaku. Maka barang siapa mencerca mereka, maka atasnyalah kutukan Allah dan para malaikat-Nya an segenap manusia. Allah tidak akan menerima di hari Kiamat para pembela mereka yang bisa memalingkan mereka dari adzab Allah (HR Al-Laalikai dan Hakim, SHAHIH)

 

Dan masih banyak lagi hadits-hadits shahih yang menunjukkan betapa tingginya kedudukan para shahabat Nabi salallahu alaihi wa sallam di dalam pandangan Nabi.

Maka kalau Allah dan Rasul-Nya di dalam Al-Quran dan Al-Hadits telah memuliakan para shahabat dan menyuruh kita memuliakannya, sudah semestinya kalau Ahlus Sunnah wal Jamaah menjadikan pemahaman, perkataan, dan pengamalan para shahabat terhadap Al-Quran dan Al- Hadits sebagai patokan utama dalam menilai kebenaran pemahamannya. Ahlus sunnah juga sangat senang dan mantap dalam merujuk kepada para shahabat Nabi dalam memahami Al-Qur&;an dan Al-Hadits (bukan merujuk pada Wali Songo Rahimahullah, atau para Wali-Wali lainnya seperti yang dipahami oleh orang-orang Jawa. Insya Allah, para Wali tersebut adalah Ahlu Sunnah juga). Semoga kita semua termasuk bagian dari golongan ahlul sunnah wal-jamaah (sunni) di dunia dan di akhirat mengikuti langkah-langkah mereka dan tetap istiqomah di jalan Allah wa Rasulullah, maka ikutilah jalan - jalan ahlul sunnah wal-jamaah. yaitu di golongankan dari ahlul bait, kiyai, ustad, ulama, habaib, dan dai-dai islam ahlul sunnah yg termasuk dalam golongan mereka,

 

2.Syarat terbentuknya Al Jamaah.

Secara singkat telah diterangkan oleh Sayyidina Umar RA: " Tidak ada Islam kecuali dengan jamaah, Tidak ada jamaah kecuali  engan imam, Tidak ada imam kecuali dengan Baiat, Tidak ada baiat kalau tidak ada taat. “Akan berperang tiga orang di sisi perbendaharaanmu. Mereka semua adalah putera khalifah. Tetapi tak seorang pun di antara mereka yang berhasil menguasainya. Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah timur, lantas mereka membunuh kamu dengan suatu pembunuhan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelummu.” Kemudian Beliau saw menyebutkan sesuatu yang aku tidak hafal, lalu bersabda: “Maka jika kamu melihatnya, berbai’atlah walaupun dengan merangkak di alas salju, karena dia adalah khalifah Allah Al-Mahdi.” [4] (Sunan Ibnu Majah, Kitabul Fitan Bab Khurujil Mahdi 2: 1467: Mustadrak Al-Hakim 4: 463- 464. Dan dia berkata, “Ini adalah hadits shahih menurut syarat Syaikhain.” (An-Nihayah fit Firan 1:29 dengan tahqiq DR. Thana Zaini) Telah menceritakan kepada kami Utsman bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Mu'awiyah bin Hisyam telah menceritakan kepada kami Ali bin Shalih dari Yazid bin Abu Ziyad dari Ibrahim dari 'Alqamah dari Abdullah dia berkata :

Ketika kami berada di sisi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, tiba-tiba seorang pemuda dari Bani Hasyim datang, ketika Nabi shallallahu alaihi wasallam melihat mereka, maka kedua mata beliau terlihat berbinar-binar dan berubah wajahnya Abdullah berkata, Lalu saya bertanya, Kenapa kami masih melihat di wajah Anda ada sesuatu yang kami benci? Beliau SAW menjawab:

Sesungguhnya kami adalah Ahlul Bait (satu keturunan/nenek moyang) yang Alloh memilihkan akhirat buat kami atas dunia. Dan sungguh, sepeninggalku nanti Ahlul Baitku (keturunan Rasulullah) akan menemui musibah, bencana dan pengusiran, sehingga suatu kaum dari timur datang dengan membawa BENDERA-BENDERA (Panji) HITAM, mereka meminta (diterapkannya) kebaikan (syariat / hukum Alloh) namun DITOLAK (oleh manusia). Kemudian mereka berperang dan mendapatkan kemenangan, akhirnya mereka diberi apa yang mereka minta (kekuasaan), lalu kaum tersebut tidak mau menerima sehingga mereka menyerahkan urusan tersebut kepada seorang laki-laki dari Ahlul Baitku, lantas ia memenuhinya dengan keadilan sebagaimana (sebelumnya) bumi dipenuhi dengan kejahatan (fitnah/kerusakan merajalela). Barangsiapa dari kalian mendapatinya, maka berbaiatlah walau dalam keadaanmerangkak di atas salju." (HR. Ibnu Majah)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَيُؤْمِنُوا بِي وَبِمَا جِئْتُ بِهِ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلاَّ بِحَقِّهَا

وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللهِ

“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tiada sesembahan yang benar melainkan Allah dan agar mereka beriman kepada apa yang kubawa. Bila mereka melakukan itu maka mereka telah melindungi darah dan harta mereka dariku kecuali dengan haknya. Adapun perhitungannya diserahkan kepada Allah.” (Shahih, HR. Muslim, Kitabul Iman Bab Al-Amru bi Qitalin Nas Hatta.)

Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah tegaskan:

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.” (QS Al-Hasyr: 7)

 

3. Terpeliharanya Islam.

Dalam masa-masa kerusakan islam Allah menunjukkan kasih sayangnya dengan membangkitkan para mujadidnya setiap 100 tahun sekali (Insya Allah) yang meluruskan kembali pemahaman ajaran Rasul sesuai dengan kebutuhan  pemahaman mereka saat itu hingga turunnya masa imam Mahdi dan Nabi Isa beserta pasukan Panji Hitam di seluruh pelososk dunia dan berkuasa sesuai

hukum-hukum Allah wa Rasulullah.

Firman Allah SWT :

Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras

terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. [QS Al-Maaidah ayat 54] Perpecahan yang akan terjadi pada umat ini sudah terbaca oleh Rasulullah SAW ketika beliau masih hidup. Beliau menjelaskan bahwa semua kelompok tersebut akan masuk ke dalam neraka kecuali satu kelompok. Ketika beliau ditanya oleh para shahabat, siapakah kelompok yang selamat itu, beliau menyebut al-Jama’ah.

لَتَفْتَرِقَنَّ أُمَّتِى على ثَلاَثٍ وَسَبْعِينَ فِرْقَةً فَوَاحِدَةٌ فِى الْجَـنَّةِ وَثِنْتَانِ وَسَبْعُونَ فِى النَّارِ قِيْلَ يَا رَسُوْلَ اللهِ مَنْ هُمْ قَالَ اَلْجَمَاعَةُ. (رواه

ابن ماجه وغيره)

“Sungguh umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, satu kelompok yang akan

masuk surga dan tujuh puluh dua yang lainnya berada di neraka.” Ditanyakan oleh para

shahabat: “Wahai Rasulullah, siapa mereka?” maka Rasulullah bersabda: “Al-Jama’ah.”

[H.R. Ibnu Majah dll, Jamaah maksunya yaitu : AHLUL SUNNAH WAL-JAMAAH]

النَّارِ إِلَّا وَاحِدَةً قَالُوْا وَمَا تِلْكَ الْفِرْقَةُ قَالَ مَا اَنَا عَلَيْهِ الْيَوْمَ وَأَصْحَابِيْ. (رواه الطبراني وغيره)

“Umat ini akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga kelompok, semuanya masuk neraka, kecuali satu. Para shahabat bertanya: “Siapakah kelompok itu wahai Rasulallah?” Rasulullah SAW bersabda: “Kelompok yang sesuai dengan sunnahku dan shahabatku pada hari ini.” [H.R. al-Thabrani dll]

Penyunting:

Raja Copas Abu Jihad Muhammad al-Indunisiy

2016

Category: Pendidikan
Email Autoresponder indonesia
author
One Response
  1. author

    frederik2 years ago

    Sudah bagus penyalinannya, tetapi penulisannya masih belum rapih, terutama
    pada bagian tengah s.d. akhir artikel…………..

    (perhatikan tanda titik, koma, kutip, spasi, dll)

    Reply

Leave a reply "73 Golongan Ummat Islam di Akhir Zaman (Part 2)"