Lagi, Tindak Kekerasan Pada Guru

0 408
banner 468x60
banner 160x600
Ilustrasi

Ilustrasi

Bandung, BCT. - Sejumlah orang tak di kenal mengeroyok seorang guru di sekitaran terminal cicaheum pada Selasa (23/8/2016). Diketahui dia adalah Tatang Wiganda (35) seorang guru olahraga dari sekolah Yayasan Atikan Sunda (YAS) Bandung. Dalam kejadian na'as itu tatang tewas akibat di tikan dan di hantam memakai bata pada bagian kepalanya. sejumlah warga berusaha membawa ke rumah sakit terdekat, namun sayangnya hal itu tidak dapat menyelamatkan tatang dari maut.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus menuturkan, para pelaku yang kini di tangkap baru berjumlah 2 orang, sedangkan perkiraan sementara pelaku pengkeroyokan berjumlah lebih dari 2 orang.

Kedua orang tersebut yakni berinisial HWS (29) warga Jalan Cikadu,dan RSG alias A warga asal Garut yang mengontrak di Antapani. "RSG ditangkap sesaat setelah kejadian. Sementara HWS, ditangkap setelah dipancing anggota untuk mengambil motornya di Pos Polisi Cicaheum. Tiga jam setelah kejadian," ujar Yusri kepada Tribun melalui pesan singkatnya,

Yusri mengatakan, pelaku memiliki peran masing-masing dalam melancarkan aksinya. "HWS itu dia yang melakukan penusukan terhadap korban. Sedangkan RSG, dia memukul korban dengan bata," katanya.

Di mata rekan seprofesi, ia adalah pria yang baik, ramah, dan santun.

"Tatang (alm) sosok guru paling baik, santun, ramah, dan akhlak baik, meski ia seorang guru olahraga. Ia saat salat jamaah zuhur bahkan sempat iqamat," kata Mahdar ditemui Tribun di ruma duka Jalan H Tamim, Cibeunying Kidul, Selasa (23/8/2016).

Keluarga berencana memakamkan Tatang Wiganda di daerah Jelekong, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Hal itu dikatakan Asep Juli (59), perwakilan keluarga Tatang di rumah duka, Jalan Babakan H Tamim, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cibeunying Kidul, Selasa (23/8/2016).

Sebelum dimakamkan, Asep mengatakan, jenazah akan disalatkan terlebih dulu di kampus Yayasan Atikan Sunda, tempat Tatang mengajar. Setelah itu, kata dia, Tatang diberangkatkan ke lokasi pemakaman di Kecamatan Ciparay.

"Dimakamkan di Jelekong itu keinginan Almarhum. Tadi malam, keluarga sudah ngobrol dengan istrinya jika meninggal ingin dimakamkan dekat makam bapaknya di Jelekong Giriharja Ciparay," kata Asep.

Seperti yang di beritakan sebelumnya, guru olahraga di SMP YAS menjadi korban pengeroyokan sejumlah orang di Kawasan Terminal Cicaheum. Guru bernama Tatang itu akibat luka tusuk ditubuhnya. Tatang pun sempat dilarikan ke Rumah Sakit Santo Yusuf, namun nyawanya tak tertolong. (Rd)

Category: Hukrim
Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Lagi, Tindak Kekerasan Pada Guru"