Kisah Muhammad Dan Anjing Penjaga

0 638
banner 468x60
banner 160x600

anjingKISAH 1 :

 

Dalam kitabnya Ad-Durar al-Kaminah fi A’yan al-Mi’ah al-Tsaminah (الدرر الكامنة في أعيان المائة الثامنة), Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menukil sebuah riwayat yang cukup unik dan menarik.

Ibnu Hajar menukil kisah ini dari Jamaluddin Ibrahim bin Muhammad ath-Thibi, ia bercerita bahwa ada seorang panglima Mongol yang awalnya merupakan seorang muslim, kemudian ia murtad menjadi seorang nasrani.

Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata:

"Suatu hari diadakan pesta besar-besaran untuk merayakan seorang pemuka mongol yang awalnya Muslim, menjadi Murtad kembali masuk kristen. Dalam acara itu seorang pendeta kristen menjelek-jelekan Nabi Muhammad, tiba-tiba seekor anjing pemburu meloncat, menyerang dan menggigit pendeta. Beberapa orang berusaha melepaskan gigitan itu, setelah berhasil sebagian hadirin berkata: "Ini terjadi karena kamu menghina Nabi Muhammad"

Pendeta menjawab: "Tidak, ini karena anjing tadi marah dan salah paham ketika aku mengangkat tangan dikira akan memukulnya"

Pendeta itupun melanjutkan khutbahnya dan kembali menghina Nabi Muhammad. Pada saat yang bersamaan anjing itu berhasil memutus tali yang mengikatnya, secepat kilat dia melompat dan menggigit leher sang pendeta hingga meninggal.

Sekitar 40 ribu orang mongol yang hadir di acara itu ramai-ramai masuk Islam....

Subhanallah...seekor anjing cemburu ketika Nabi dijelekkan, tidak bisa diam dan berusaha sekuat tenaga untuk membela beliau...

Apa yang sudah kita lakukan untuk membela Beliau dan sunnah-sunnahnya?

(Lihat: Ad-Durorul Kaaminah, 1/202. Mu'jamus Syuyukh, 387 dengan sanad Shohih)

 

KISAH 2 :

 

Anas bin Malik berkata bahwa suatu ketika Rosulullah bertemu dengan Malaikat Jibril, kemudian beliau bertanya “Wahai Jibril, apakah umatku akan mendapatkan perhitungan amal (nanti pada hari kiamat ?”. Malaikat Jibril pun menjawab “Benar, umatmu akan mendapatkan perhitungan amal kecuali Abu Bakar, ia tidak akan diperhitungkan amalnya. Pada hari itu dikatakan kepada Abu Bakar “Wahai Abu Bakar, masuklah ke dalam surga !” kemudian Abu Bakar menjawab “aku tidak akan memasuki surga sampai orang-orang yang dulu mencintaiku di dunia masuk surga bersamaku””.

 

Nah, dari sini ada sebuah cerita yang mana cerita ini sanadnya sambung sampai pada cerita sahabat Anas bin Malik ra. Ia berkata bahwa suatu ketika kami (para sahabat) sedang duduk bersanding bersama Rosulullah SAW. Kemudian datanglah salah satu dari sahabat yang kakinya bercucuran darah, Rosulullah pun bertanya “Apa yang terjadi ?”. Sahabat tersebut menjawab “Wahai Rosulullah, sesungguhnya aku tadi telah bertemu dengan anjing dari orang munafik, lalu anjing itu menggigitku”. Rosulullah pun berkata “Duduklah”, kemudian sahabat tadi pun segera duduk bersama Rosulullah.

 

Tak lama kemudian datanglah juga sahabat lain yang kakinya juga bercucuran darah. Kemudian sahabat itu berkata “Wahai Rosulullah, sesungguhnya aku tadi bertemu dengan seekor anjing dari orang munafik kemudian ia menggigit kakiku”. Kemudian Rosulullah segera berkata kepada para sahabat “Kalian semua ikutlah bersamaku mencarii anjing itu lalu bunuhlah anjing itu”. Anjing galak merupakan salah satu hewan yang disunnahkan untuk dibunuh. Para sahabat pun bergegas berangkat dengan membawa pedangnya masing-masing.

 

Ketika para sahabat telah menemukan anjing tersebut dan bersiap menebaskan pedang mereka, anijing itu merangkat dan terdiam di depan Rosulullah SAW. Tanpa disadari, anijing tersebut berkata dengan kata-kata yang jelas seperti layaknya manusia “Wahai Rosulullah, janganlah engkau membunuhku karena aku adalah anjing yang beriman kepada Allah dan rosul-Nya !!!”. Rosulullah pun bertanya “Lalu mengapa kamu menggigit kedua orang ini ?”. Anjing tersebut pun menjawab “Wahai Rosulullah, sesungguhnya aku diperintah untuk menggigit setiap orang yang mencela Abu Bakar dan Umar bin Khattab”. Kemudian Rosulullah berkata kepada dua orang sahabat tersebut “Wahai kalian berdua, apakah kalian tidak mendengar apa yang telah di ucapkan anjing ini ?”. Kedua sahabat tersebut pun berkata “Wahai Rosulullah, sesungguhnya kami bertaubat kepada Allah dan Rosul-Nya !!!”. Dan akhirnya Rosulullah pun memaafkan kedua sahabat tersebut karena mereka bertaubat kepada Allah.

 

Kisah ini diambil dari Kitab Mawaidlul Ushfuriyyah karangan Syekh Muhammad bin Abi Bakar, Hadist 14-Hal. 14.


Penyunting/Pencopas :

Raja Copas Abu Jihad Muhammad al-Indunisiy

Link address:
https://www.firanda.com/index.php/artikel/fiqh/966-teuku-wisnu-ibnu-katsir-rahimahullah
http://arjurohmah.blogspot.co.uk/2013/05/anjing-pembela-sahaba-abu-bakar-dan.html
https://www.nahimunkar.com/tarikh-kisah-masuk-islamnya-40-000-pasukan-mongol/
Category: Pendidikan
Email Autoresponder indonesia
author
Seorang perjaka muda yang penuh dengan ambisi dan memiliki cita-cita menjadi seorang khilafah di muka bumi.
No Response

Leave a reply "Kisah Muhammad Dan Anjing Penjaga"