Hewan Anjing dalam Pandangan Islam & Hukum Membunuhnya

banner 468x60
banner 160x600
Anjing bisa menjadi partner dalam mengamankan wilayah

Anjing bisa menjadi partner dalam mengamankan wilayah

BandungCItyToday. - Termasuk yang dilarang oleh Nabi ialah memelihara anjing di dalam rumah tanpa ada suatu keperluan. Sebagaimana kita ketahui, ada beberapa orang yang berlebih-lebihan dalam memberikan makan kepada anjingnya, sedang kepada manusia sangatlah pelit.

Ada pula yang kita saksikan orang-orang yang tidak cukup membiayai anjingnya dengan hartanya untuk melatih anjing. Bahkan seluruh hatinya dicurahkan kepada anjing itu, sedang dia acuh tak acuh terhadap kerabatnya dan melupakan tetanggga dan saudaranya.

Adanya anjing dalam rumah seorang muslim, memungkinkan terdapatnya najis pada bejana dan sebagainya karena jilatan anjing itu. Rasulullah saw bersabda,

“Apabila anjing menjilat dalam tempat airmu, maka cucilah tempat itu tujuh kali, salah satu di antaranya dengan tanah.” (HR. Bukhari)

 

Memelihara Anjing Dalam Pandangan Islam

 

Sebagian ulama ada yang berpendapat, bahwa hikmah dilarangnya memelihara anjing dirumah ialah: Kalau anjing itu menyalak, dapat menakutkan para tamu yang datang dan dapat mengganggu orang yang sedang jalan. Rasulullah saw, pernah mengatakan,

“Malaikat Jibril datang kepadaku, kemudian ia berkata kepadaku, ‘Tadi malam saya datang kepadamu, tidak ada satupun yang menghalang-halangi aku untuk masuk, kecuali di pintu rumahmu ada patung dan didalamnya ada hijab yang bergambar, dan di dalam rumah itu ada pula anjing. Untuk itu perintahkanlah supaya kepala patung itu dipotong untuk dijadikan seperti keadaan pohon dan perintahkanlah pula supaya korden itu dipotong untuk dijadikan dua bantal yang diduduki, dan diperitakanlah anjing itu supaya dikeluarkan”(HR. Abu Daud, Nasa`I, Turmudzi dan Ibnu Hibban)

Anjing yang dilarang dalam hadis ini hanyalah anjing  yang dipelihara tanpa ada keperluan. Adapun anjing yang dipelihara karena ada kepentingan, misalnya untuk berburu, manjaga tanaman, menjaga binatang dan sebagainya dapat dikecualikan dalam hubungan.

Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Muslim dan lain-lain,

“Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang memelihara anjing selain anjing penjaga binatang ternak, atau anjing pemburu maka dikurangi dari pahala kebaikannya dua qirath setiap hari.” (HR Bukhari dan Muslim)

Berdasarkan hadist tersebut, sebagia ahli fiqih berpendapat bahwa larangan memelihara anjing itu hanya makruh, bukan haram. Sebab kalau sesuatu yang haram sama sekali, tidak boleh diambil atau dikerjakan baik pahalanya itu berkurang atau tidak.

Dilarangnya memelihara anjing dalam rumah, bukan berarti kita bersikap keras kepada anjing atau kita diperiintah untuk membunuhnya. Sebab Rasulullah bersabda,

“Andaikata anjing-anjing itu bukan umat seperti umat-umat yang lain, niscaya saya perintahkan untuk dibunuh (HR. Abu Daud dan Tarmidzi)”

Rasullullah pernah juga mengisahkan kepada para sahabatnya tentang seorang laki-laki yang menjumpai anjing di padang pasir, anjing itu menyalak-nyalak sambil makan debu karena kehausan. Lantas laki-laki tersebut menuju sebuah sumur dan melepas sepatuhnya kemudian dipenuhi dengan air, setelah itu minumlah anjing itu dengan puas.

Setelah itu Nabi bersabda, “Karena itu Allah berterima kasih kepada orang yang memberi pertolongan itu serta mengampuni dosanya” (HR. Bukhari).

 

 

anjing 2Hikmah untuk tidak memelihara Anjing :

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang memelihara anjing selain anjing penjaga binatang ternak, atau anjing pemburu maka dikurangi dari pahala kebaikannya dua qirath setiap hari.” (HR Bukhari dan Muslim)

 

Selalu saja di dalam ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kita temukan faidah, pencegahan dan penjagaan/perlindungan untuk diri kita, karena beliau shallallahu ‘alaihi wasallam sangat belas kasihan terhadap kita, sebagaimana dalam firman-Nya tentang sifat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

 

”(dia Muhammad) Amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu’min.” (QS At-Taubah: 128)

 

Maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menginginkan untuk kita kebaikan dan menginginkan untuk kita kesehatan. Oleh karena itu beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mengharamkan memelihara anjing, dan menganggapnya sebagai makhluk yang najis, serta memperingatkan manusia darinya.

 

Para ilmuwan telah mengungkapkan banyak hal tentang anjing, dan ini adalah hal paling akhir yang dicapai oleh ilmu pengetahuan. Dalam sebuah penelitian terbaru yang pertama, yang dilakukan oleh para ilmuwan dari University of Munich terbukti bahwa memelihara anjing di rumah meningkatkan kemungkinan terkena kanker payudara. Studi ini menemukan bahwa 80 persen wanita yang menderita kanker payudara ini adalah mereka yang memelihara anjing di rumah mereka dan melakukan kontak secara terus-menerus dengan anjing-anjing tersebut.

 

Sementara mereka menemukan bahwa orang-orang yang memelihara kucing tidak terinfeksi jenis kanker tersebut! Dan itu disebabkan karena sisi kesamaan yang besar antara kanker payudara pada anjing dan manusia. Mereka telah menemukan suatu virus yang menyerang manusia dan anjing secara bersamaan, dan terkadang ia berpindah (menular) dari anjing ke manusia. Virus ini memiliki peran yang utama dalam proses terjangkitnya kanker tersebut.

 

Mereka menemukan bahwa para wanita di negara-negara Barat lebih besar kemungkinannya untuk terjangkit kanker payudara dibandingkan para wanita di negara-negara Timur. Dan ketika mereka mengkaji tentang perbedaan mendasar antara kedua kelompok wanita ini, mereka menemukan bahwa para wanita di Barat terbiasa memelihara anjing “manja” di rumah mereka. Sementara di negeri Timur jarang ditemukan seorang wanita yang memelihara anjing manja!

 

Dalam studi lain, para ilmuwan menemukan bahwa anjing menyimpan virus-virus penyebab kanker payudara, yang namanya MMTV (mouse mammary tumour virus). Dan tatkala bersinggungan dan berinteraksi dengan anjing, virus-virus ini akan berpindah ke tubuh manusia dengan mudah.

 

Ini baru sedikit yang diketahui oleh manusia, sesungguhnya dampak buruk yang disebabkan karena bersinggungan dengan anjing adalah sangat besar. Para ilmuwan telah mengungkapkan “sesuatu” yang banyak di dalam air liur anjing, darah dan bulunya, semuanya adalah sarang bagi bakteri-bakteri dan virus. Dan yang perlu diketahui bahwa di dalam kucing tidak terkandung virus-virus tersebut!

 

Dari sini, wahai pembaca yang budiman mungkin kita dapat mengetahui mengapa Nabiyurrahmah (Nabi yang penuh kasih sayang) shallallahu ‘alaihi wasallam melarang ummatnya memelihara anjing di rumah, dan membatasi perannya (peran anjing) hanya pada penjaga di luar rumah. Bahkan beliau shallallohu ‘alaihi wa sallam memerintahkan ummatnya agar mencuci wadah air tujuh kali, dan salah satunya dengan tanah jika ada seekor anjing yang minum air dari wadah tersebut. Subhanallah.

Category: Pendidikan
Email Autoresponder indonesia
author
Seorang perjaka muda yang penuh dengan ambisi dan memiliki cita-cita menjadi seorang khilafah di muka bumi.
No Response

Leave a reply "Hewan Anjing dalam Pandangan Islam & Hukum Membunuhnya"