Biografi Singkat Abu Huraira RA

1 1037
banner 468x60
banner 160x600

abu-hurairahBandungcitytoday.com - Menurut pendapat mayoritas, nama beliau adalah 'Abdurrahman bin Shakhr ad Dausi (salah satu kabilah di Yaman). Ad-Dausi adalah nisbat (penyandaran) kepada Daus bin ‘Adtsan bin Abdillah bin Zahran bin Ka’b bin Al-Harits bin Nashr bin Al-Azd, sebuah kabilah besar yang dinisbatkan kepadanya, banyak tokoh yang berasal dari kabilah ini di antaranya adalah Abu Thufail bin ‘Amr Radhiyallahu’anhu dan Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu. (Lihat Al Lubab Ri Tahdzibul Ansab (1/513)

Pada masa jahiliyyah, beliau bernama Abdu Syams, dan ada pula yang berpendapat lain. Kunyah-nya Abu Hurairah (inilah yang masyhur) atau Abu Hir, karena memiliki seekor kucing kecil yang selalu diajaknya bermain-main pada siang hari atau saat menggembalakan kambing-kambing milik keluarga dan kerabatnya, dan beliau simpan di atas pohon pada malam harinya.

Tersebut dalam Shahihul Bukhari, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah memanggilnya, “Wahai, Abu Hir”. Abu Hurairah juga yang berarti bapaknya kucing karena pada saat Beliau melihat dia membawa kucing kecil (bahasa Arab : Abu = bapak dan Hurairah = kucing).

Memang ia sangat menyayangi kucing, disetiap hari ia selalu membawanya ke mana ia pergi dan pada malam hari ditempatkan di sebuah pepohonan.Nama kesayangan yang diberikan Rasulullah kemudian menjadi nama panggilan yang terkenal sehingga nama aslinya sangat langka terdengar.

Ahli hadits telah sepakat, beliau adalah sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits. Abu Muhammad Ibnu Hazm mengatakan bahwa, dalam Musnad Baqiy bin Makhlad terdapat lebih dari 5.300 hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu (sedangkan Ummul Mukminin, isteri Rasulullah SAW, Siti Aisyah RA hanya meriwayatkan hadits tidak lebih dari 4.000 hadits, menurut para ahli hadits).

Menurut Baqi' bin Mulkhallad, haditsnya sebanyak 5.374 buah hadis. Dia mengambil hadist dari sekitar 800 orang para sahabat dan tabi'in (murid para Sahabat RasulullahSAW) yaitu Imam Malik dalam Al-Muwaththa' dan Imam Ahmad dalam kitab Musnadnya.

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari padanya sebanyak 93 buah hadis dan Muslim sebanyak 189 buah hadist darinya.

Abu Abu Ishak Ibrahim bin Harb Al-'Askari (w.282H) menghimpun hadist-hadist yang diriwayatkan Abu Hurairah dalam Muanad-nya dan naskahnya masih ada di perpustakaan Turki sebagaimana disebutkan Tarikh Al-Adab Al-Arabi.

Selain meriwayatkan dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau Radhiyallahu 'anhu juga meriwayatkan dari Abu Bakar, Umar, al Fadhl bin al Abbas, Ubay bin Ka’ab, Usamah bin Zaid, ‘Aisyah, Bushrah al Ghifari, dan Ka’ab al Ahbar Radhiyallahu 'anhum. Ada sekitar 800 ahli ilmu dari kalangan sahabat maupun tabi’in yang meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, dan beliau Radhiyallahu 'anhu adalah orang yang paling hafal dalam meriwayatkan beribu-ribu hadits. Namun, bukan berarti beliau yang paling utama di antara para sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Imam asy Syafi’i berkata,"Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu adalah orang yang paling hafal dalam meriwayatkan hadits pada zamannya (masa sahabat).”

Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu masuk Islam antara setelah perjanjian Hudaibiyyah dan sebelum perang Khaibar. Beliau Radhiyallahu 'anhu datang ke Madinah sebagai muhajir dan tinggal di Shuffah.

Amr bin Ali al Fallas mengatakan, Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu datang ke Madinah pada tahun terjadinya perang Khaibar pada bulan Muharram tahun ke-7 H.

Abu Hurairah masuk Agama Islam pada tahun ke 7 Hijriah pada tahun perang Khaibar dan meninggal dunia pada 57 H Al-aqiq, menurut pendapat yang kuat. Dia adalah komandan penghuni shuffah, yang menghabiskan  waktunya untuk beribadah.

Suffah adalah suatu tempat berlindung para sahabat yang zahid di masjid Nabawi. Abu Hurairah salah seorang sahabat yang  mendapat doa dari Rasulullah SAW agar dapat menghapal apa yang ia dengar.

Dalam salah satu hadis yang diriwaatkan oleh Al-Bukhari, Muslim,dan At-Tirmidzi, dari Abu Hurairah, ia berkata:

"Aku berkata : Ya Rasulullah! Aku mendengar dari padamu beberapa perkara (hadist), tetapi aku tidak hapal." Nabi bersabda: "Bentangkan selendangmu, "aku pun membentangkannya.
Setelah itu, beliau banyak memberitakan hadis padaku dan aku tidak pernah lupa sedikit pun."
(HR Bukhari, Muslim, At Tirmidzi)

Humaid al Himyari berkata,"Aku menemani seorang sahabat yang pernah menemani Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam selama empat tahun sebagaimana halnya Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu.”

Abu Hurairah memiliki sifat-sifat yang terpuji di antaranya wara ; takwa, dan zuhud. Ia juga seorang candais dan humoris yang bermanfaat. Ketika bertemu dengan anak-anak kecil banyak humor dan ketika bertemu dengan teman-temannya di pasar, ia suka cerita dengan cerita yang menghibur. Tetapi pada malam hari ia selalu melaksanakan shalat Tahajjud sepanjang malam secara khusyu'.

Dia pernah diangkat menjadi gubernur Bahrain pada masa Umar bin Al-Khattab dan pada masa Ali juga pernah akan diangkat menjadi Gubernur tetapi ia keberatan, kemudian pada masa Mu'awiyyah ia diangkat menjadi Gubernur Madinah .

Sebagaimana karakter Umar bin Al-Khattab RA yang berhati-hati dan tegas dalam memperkecil periwayatan hadist dari Rasulullah, Umar pernah mengingkari periwayatan Abu Hurairah yang jumlahnya sangat banyak itu, seperti terungkap dalam hadits Atsar (perkataan) dari Umar berikut ini :

Diriwiyatkan dari Umar bin Khattab, Umar berkata  :

"Sungguh engkau tinggalkan hadist atau kamu saya pulangkan ke desa asalmu Daws.”

Tetapi setelah Abu Hurairah meriwayatkan hadist (dari Rasulullah SAW, pen) :

"Barang siapa yang mendustakan aku (Abu Hurairah, pen) dengan sengaja, maka hendak siaplah tempat tinggalnya neraka."  

Umar mengakui (hadits tersebut, pen) dan berkata :

"Adapun jika demikian, pergilah dan beritakanlah hadist."

 

Sebagian kritikus hadist menuduh bahwa Abu Hurairah melakukan tadlis (menyembunyikan cacat) karena ia tidak bisa membedakan antara periwayatan hadist dari Nabi dan hadist dari Ka'ab Al-Ahbar.

Kritikan itu dibantah oleh Bisyr bin Sa'id:

"Takutlah kepada Allah dan peliharalah hadist. Demi Allah aku melihat ketika duduk bersama Abu Hurairah dia meriwayatkan hadist dari Rasulullah dan memberitakan hadist kepada kita dari Ka'ab Al-ahbar  Jika di sana terdapat tadlis, bukan dilakukan Abu Hurairah tetapi dilakukan oleh orang-orang (lain, pen) yang meriwayatkannya hadisi darinya."

Asy-Syafi'i berkata : “bahwa Abu Hurairah orang yang paling hapal hadist pada masanya.”

Salim Abu Za'yaz'ah seorang Gubernur dan katib Marwan bin Al-Hakam meriwayatkan, bahwa : “Marwan pernah mengundang Abu Hurairah dan dipersilahkan duduk dibelakang singgasanya. Ia ditanya oeh Marwan dan aku mencatatnya sehingga setelah setahun kemudian dipanggil kembali dan dipersilahkan duduk di sama. Abu Hurairah menjawab persis dengan catatanku tidak menambah dan tidak mengurangi, tidak mendahulukan sesuatu kata dan tidak mengakhirinya.”

Ada beberapa faktor banyaknya periwayatan yang diperoleh Abu-Hurairah antara lain sebagai berikut :

  • Rajin menghadiri majlis-majlis Nabi SAW.
  • Selalu menemani Rasulullah, karena ia sebagai penghuni Shuffag di Masjid Nabawi.
  • Kuat ingatannya, karena ia salah seorang sahabat yang mendapat doa dari Nabi sehingga hapalannya dan tidak pernah lupa apa yang ia dengar dari Rasulullah.
Category: Pendidikan
Email Autoresponder indonesia
author
Seorang perjaka muda yang penuh dengan ambisi dan memiliki cita-cita menjadi seorang khilafah di muka bumi.
One Response
  1. author

    how to stop hair fall fast7 months ago

    I will right away grab your rss feed as I can not find your email subscription link or e-newsletter service. Do you have any? Please let me know so that I could subscribe. Thanks.

    Reply

Leave a reply "Biografi Singkat Abu Huraira RA"