BUGHATS

2 384
BUGHATS,0 / 5 ( 0votes )
banner 468x60
banner 160x600

usd-dadan-20160921_142220BUGHATS*

Seorang ulama dari Suriah bercerita ttg do'a yg selalu ia lantunkan. Ia selalu mengucapkan do'a seperti berikut ini.

*ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﺭﺯُﻗﻨَﺎ ﻛَﻤَﺎ ﺗَﺮﺯُﻕُ ﺍﻟﺒُﻐَﺎﺙََ*

_"Ya Allah, berilah aku rezeki sebagaimana Engkau memberi rezeki kpd *bughats*"_

Apakah _"bughats"_ itu...?
Dan bagaimana kisahnya...?

_"Bughats"_ anak burung gagak yg baru menetas. Burung gagak ketika mengerami telurnya akan menetas mengeluarkan anak yg disebut _"bughats"_. Ketika sdh besar dia menjadi gagak ( _ghurab_).

Apa perbedaan antara _bughats & ghurab...?_

Telah terbukti secara ilmiah, anak burung gagak ketika baru menetas warnanya bukan hitam seperti induknya, karena ia lahir tanpa bulu. Kulitnya berwarna putih.

Di saat induknya menyaksikannya, ia tdk terima itu anaknya, hingga ia tdk mau memberi makan dan minum, lalu hanya mengintainya dr kejauhan saja.

Anak burung kecil malang yg baru menetas dr telur itu tdk mempunyai kemampuan untuk banyak bergerak, apalagi untuk terbang.
Lalu bgmna ia makan dan minum...?

Allah Yang Maha Pemberi Rezeki yg menanggung rezekinya, karena Dialah yg tlh menciptakannya.

Allah menciptakan AROMA tertentu yg keluar dr tubuh anak gagak yg dpt mengundang datangnya serangga ke sarangnya. Lalu berbagai macam ulat & serangga berdatangan sesuai dengan kebutuhan anak gagak, maka ia pun memakannya...
_Masya Allah..._

Keadaannya terus seperti itu sampai warnanya berubah menjadi hitam, karena bulunya sdh tumbuh.

Ketika itu barulah gagak mengetahui itu anaknya & ia pun mau memberi makannya hingga tumbuh dewasa & bisa terbang mencari makan sendiri.
Secara otomatis aroma yg keluar dari tubuhnya pun hilang & serangga2 tdk berdatangan lagi ke sarangnya.

Dia-lah Allah, Ar Raziq, Yg Maha Penjamin Rezeki...

*... نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُمْ مَّعِيشَتَهُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ...*
_...Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia..._
(QS. Az-Zukhruf: Ayat 32)

Rezekimu akan mendatangimu di mana pun engkau berada, selama engkau menjaga ketakwaanmu kepada Allah, sbgmn sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam:
_"Sesungguhnya Malaikat Jibril membisikkan di dlm qalbuku bahwa seseorang tdk akan meninggal sampai sempurna seluruh rezekinya. Ketahuilah, bertaqwalah kpd Allah, dan perindahlah caramu meminta kpd Allah. Jgn sampai keterlambatan datangnya rezeki membuatmu mencarinya dgn cara bermaksiat kpd Allah. Sesungguhnya tdk akan didapatkan sesuatu yg ada di sisi Allah kecuali dgn menta'atinya."_

Jadi...
*Tidaklah pantas bagi orang-orang yang beriman berebut rezeki & seringkali tdk mengindahkan halal haramnya rezeki itu dan cara memperolehnya.*

Yuk introspeksi diri, apakah muamalah dan pekerjaan yg kita lakukan ini sudah sesuai hukum الله atau belum. Mengetahui status hukum perbuatan dulu baru berbuat itulah sikap selayaknya seorang muslim.

*اَللّٰهُمَّ اَكْفِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ.*

_“Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal, sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan karunia-Mu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.” (HR. Ahmad)_

Mugia mangpaat..

Category: Pendidikan
Email Autoresponder indonesia
author
2 Responses
  1. author

    fredERIK2 years ago

    PENGERTIAN THOGHUT :

    IMAM ASY SYAFI’I :
    “Siapa yang berijtihad dan MENETAPKAN HUKUM di luar hukum dan aturan Islam,
    dia bukan seorang mujtahid dan bukan seorang muslim,
    baik sesuai Islam ataupun menyelisihi ajaran Islam.
    Dia adalah orang yang tidak berakal,
    dia menjadi kafir karena menyelisihi hukum dan ketentuan Islam.”
    [Kitab Kalimah Al Haqin, hal.96]

    Syaikhul Islam IBNU TAIMIYAH :
    “Tidak diragukan lagi bahwa orang yang tidak meyakini wajibnya berhukum
    terhadap apa yang Allah dan RasulNya turunkan, dia adalah kafir.
    Barangsiapa yang MENERAPKAN HUKUM BUATAN dan tidak mengikuti apa yang Allah turunkan,
    dia adalah kafir, tidak ada satu umat pun melainkan diperintah
    untuk berhukum dengan hukum yang benar.”
    [Majmu’ Fatawa jilid.3]

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah juga berkata :
    “Thaghut adalah wazan fa’alut dari thughyan,
    sedangkan thugyan itu adalah melampaui batas, yaitu kedzaliman dan aniaya.
    Maka yang diibadati selain Allah bila dia itu tidak membenci peribadatan tersebut
    adalah thaghut, oleh sebab itu Nabi shallallahu’alaihi wa sallam
    menamakan patung-patung sebagai thaghut di dalam hadits shahih tatkala beliau berkata:
    “Dan orang yang menyembah para thaghut dia mengikuti para thaghut itu.”
    Dan yang ditaati dalam maksiat kepada Allah, juga yang ditaati dalam mengikuti
    kesesatan dan dalam selain dienul haq, baik dia itu diterima beritanya
    yang menyelisihi kitabullah atau ditaati perintahnya yang menyelisihi perintah Allah
    maka ia itu adalah thaghut, oleh sebab itu orang yang dirujuk hukum yang memutuskan
    dengan selain kitabullah adalah dinamakan thaghut,…”
    (Majmu’ Al Fatawa: 28/200, lihat kitab Ath Thaghut milik Abu Bashir halaman 66).

    IMAM HANAFI :
    “Jika seorang penguasa meyakini bahwa hukum yang Allah turunkan
    tidak wajib diamalkan atau boleh memilah-milih hukum Allah
    yang sesuai dengan seleranya meskipun masih meyakini tentang wajibnya,
    dia telah berbuat kufur akbar (menjadi kafir).”
    [Syarah Al Aqidah AthThahawiyah, 2/446]

    IMAM MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB :
    “Thaghut beraneka ragam bentuknya, induknya ada 5 macam, yaitu:
    1. Syaithan yang menyeru untuk beribadah kepada selain Allah.
    2. Penguasa zhalim yang merubah hukum Allah.
    3. Orang yang berhukum kepada selain hukum Allah.
    4. Orang yang mempelajari ilmu ghaib.
    5. Orang yang disembah selain Allah dan ridha terhadap persembahan yang diperuntukkan baginya.”
    [Majmu’ At Tauhid hal.14-15]

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah RA berkata:
    “Dan kapan saja seorang alim meninggalkan apa yang dia ketahui
    dari Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunnah Rasul-Nya
    lalu mengikuti hukum penguasa (hukum pemerintah THOGHUT) yang bertentangan
    dengan hukum Alloh dan Rasul-Nya, maka ia telah murtad dan kafir
    serta pantas baginya mendapatkan siksa di dunia dan di akhirat.”
    (Majmu’ Fatawa, 35/373).

    Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah RA juga berkata :
    “Dan barangsiapa berbuat di muka bumi tanpa berlandaskan kepada kitab Allah dan sunnah
    rasul-Nya maka berarti ia telah bekerja untuk berbuat kerusakan di muka bumi.”
    (Majmu’ Fatawa, 28/470)

    Abu Dzar RA berkata :
    “Aku bersama Nabi suatu hari dan aku mendengar beliau bersabda :
    “Ada hal yang aku takutkan pada ummatku melebihi Dajjal”.
    Kemudian aku merasa takut, sehingga aku berkata :
    “Yaa Rasululloh apa itu…? ”
    Beliau bersabda : “Ulama yang sesat lagi menyesatkan (ulama suu’)”.
    {Musnad Ahmad (5/145) no 21334 dan 21335}.

    Firman Allah SWT :
    “Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka
    sebagai Tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan)
    Al masih putera Maryam, Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa,
    tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia.
    Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.”
    (QS. At-Taubah: 31)

    Imam At Tirmidzi rahimahullah meriwayatkan, bahwa ketika ayat ini (QS. At-Taubah: 31)
    dibacakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam di hadapan
    ‘Adiy ibnu Hatim (seorang shahabat yang asalnya Nashrani kemudian masuk Islam),
    ‘Adiy ibnu Hatim mendengar ayat-ayat ini dengan vonis-vonis tadi,
    maka ‘Adiy mengatakan:
    “Kami (orang-orang Nashrani) tidak pernah shalat atau sujud kepada alim ulama
    dan rahib (pendeta) kami”,

    Jadi maksudnya dalam benak orang-orang Nashrani adalah
    kenapa Allah memvonis kami telah mempertuhankan mereka,
    atau apa bentuk penyekutuan atau penuhanan yang telah kami lakukan sehingga
    kami disebut telah beribadah kepada mereka padahal kami tidak pernah shalat
    atau sujud atau memohon-mohon kepada mereka?

    Maka Rasul mengatakan:
    “Bukankah mereka (alim ulama dan para rahib) menghalalkan apa yang Allah haramkan
    terus kalian ikut menghalalkannya, dan bukankah mereka telah mengharamkan
    apa yang Allah halalkan terus kalian ikut mengharamkannya?”

    Lalu ‘Adiy ibn Hatim menjawab: “Ya”,

    Rasul berkata lagi:
    “Itulah bentuk peribadatan mereka (orang Nashrani) kepada mereka (alim ulama dan para rahib).”

    Reply
  2. author

    fredERIK2 years ago

    Tentang Hukum Syariat Islam, Pemimpin Thoghut, dan Ulama Suu’ :

    QS Al-Maa’idah ayat 44 :
    Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit.
    Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah,
    maka mereka itu adalah orang-orang yang KAFIR.

    QS Al-Maa’idah ayat 49 :
    “Hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang
    diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka.
    Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak
    memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu.”

    QS Al-Maa’idah ayat 50 :
    Apakah hukum Jahiliyah (buatan manusia) yang mereka kehendaki, dan
    (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi
    orang-orang yang yakin (beriman) ?

    QS Al-Mumtahanah ayat 10 :
    Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu.
    Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

    QS Al-An ‘Aam ayat 114-115 :
    Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah,
    padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (Al Quran) kepadamu
    dengan terperinci? Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab
    kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al Quran itu diturunkan
    dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali
    termasuk orang yang ragu-ragu.
    Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quran)
    sebagai kalimat yang benar dan adil.
    Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimat-Nya dan
    Dia lah yang Maha Mendenyar lagi Maha Mengetahui.

    QS At Tiin ayat 8:
    Bukankah Allah (adalah) Hakim yang paling adil?

    QS Yunus ayat 109 :
    Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu,
    dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan dan
    Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya.

    QS Al Kahfi ayat 26 :
    dan Dia (Allah) tidak mengambil seorangpun menjadi sekutu-Nya
    dalam menetapkan keputusan.”

    QS Al-A’raf ayat 182-183 :
    “Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami (Al-Qu’ran & As-Sunnah),
    akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (kearah kebinasaan),
    dengan cara yang tidak mereka ketahui.
    Dan Aku akan memberikan tenggang waktu, sungguh rencana-Ku sangat teguh.”

    QS Al Baqarah ayat 85 :
    Apakah kamu beriman kepada sebagian Al Kitab (Al-Quran) dan
    ingkar terhadap sebagian yang lain?
    Tidak ada balasan bagi orang yang berbuat demikian
    darimu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia,
    dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada
    siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa
    yang kamu perbuat

    QS Al-Aaraf ayat 175-177 :
    Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya
    ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian dia melepaskan diri
    dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda),
    maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.
    Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan
    ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya
    yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya
    lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah
    perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka)
    kisah-kisah itu agar mereka berfikir.
    Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada
    diri mereka sendirilah mereka berbuat zalim.

    QS At Taubah ayat 33 :
    Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran)dan agama yang benar
    untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai (membencinya).

    QS Al Baqarah ayat 256 :
    Barangsiapa yang Kafir kepada THOGHUT dan Iman kepada Allah
    maka dia telah berpegang teguh kepada Al Urwah Al Wutsqa
    yang tidak ada putusnya.” (Al Baqarah : 256)

    (Al Urwah Al Wutsqa = kalimat Tauhid “La ilaha Ilallah”)

    QS An Nisaa’ ayat 60 :
    “Tidakkah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku
    bahwa mereka telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu,
    dan kepada apa yang diturunkan sebelummu?
    Tetapi mereka masih menginginkan ketetapan hukum kepada THOGHUT,
    padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari THOGHUT.
    Dan setan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) kesesatan yang sejauh-jauhnya.”

    QS An Nisaa’ ayat 61 :
    Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah
    telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik
    menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu.

    QS An Nisaa’ ayat 76 :
    Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah,
    dan orang-orang yang kafir berperang di jalan THOGHUT,,
    sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu,
    karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.

    QS An Nahl ayat 36 :
    Dan telah kami utus pada tiap ummat seorang rasul (untuk menyeru kaumnya)
    ibadatilah Allah dan jauhilah THOGHUT.

    QS Az Zumar ayat 17 :
    Dan orang orang yang menjauhi THOGHUT untuk tidak mengibadatinya dan
    kembali kepada Allah, bagi mereka kabar gembira.

    QS. Al-Hujurat ayat 1 :
    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya
    dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.

    Maksud ayat tersebut (QS. Al-Hujurat ayat 1) sebagaimana dijelaskan oleh
    Ibnu ‘Abbas RA dalam riwayat ‘Ali bin Abu Thalhah berkata :
    “Janganlah kalian mengatakan sesuatu yang menyelisihi Al Kitab dan As Sunnah”.

    QS An-Nisa ayat 150-151 :
    “Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya,
    dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya,
    dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan
    Kami kafir terhadap sebahagian (yang lain dari Al-Quran & As-Sunnah)”,
    serta bermaksud (dengan Perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara
    yang demikian (iman atau kafir).Merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya.
    Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan.”

    QS Al-Jumuah ayat 5 :
    “Perumpamaan orang-orang (yang berilmu/ulama) yang dipikulkan kepadanya Taurat,
    kemudian mereka tiada (kemauan) memikulnya adalah seperti keledai yang membawa
    Kitab-Kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan
    ayat-ayat Allah itu. dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.”

    Imam Tarmidzi RA berkata :
    Sampaikanlah kebenaran, karena dengannya engkau akan memperoleh banyak kebaikan.
    Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Pahala akan terus mengalir kepada orang yang
    menyampaikan ilmu kepada orang lain lalu diamalkan, meskipun ia telah wafat”
    (HR.Tirmidzi)

    Rasulullah SAW bersabda:
    “Perumpamaan orang yang mempelajari ilmu kemudian tidak menyampaikannya adalah
    seperti orang yang menyimpan harta namun tidak menafkahkannya darinya
    (membayarkan zakatnya/beramal)”
    [Diriwayatkan oleh Ath-Thabaraniy dalam Al-Ausath no. 689; shahih – lihat Ash-Shahiihah no. 3479].

    Beliau SAW juga bersabda:
    “Barangsiapa yang menyembunyikan ilmu, niscaya Allah akan mengikatnya dengan
    tali kekang (pada) api neraka di hari kiamat kelak”
    [Diriwayatkan oleh Ibnu Hibbaan no. 96, Al-Haakim 1/102, dan Al-Khathiib dalam
    Taariikh Baghdaad 5/38-39; hasan].

    Ibnu Taimiyyah -rahimahullah- berkata :
    ” Setiap ummat yang tidak berperang maka Ia itu akan mengalami kebinasaan
    yang besar dengan penguasaan musuh terhadapnya dan penguasaannya terhadap
    jiwa dan harta. Meninggalkan Jihad itu memestikan kebinasaan di dunia sebagaimana
    yang disaksikan manusia. Dan adapun di Akhirat maka bagi Mereka itu adzab Neraka ”

    *) Abu Sulaiman Al Arkhabily berpendapat :
    Benar Ibnu Taimiyyah -rahimahullah-, bukankah para Thaghut (dan ansharnya) menguasai
    harta dan diri Kita akibat Kita tidak berjihad dan lebih cenderung kepada dunia.
    Mereka setiap saat bisa menangkap dan membunuh Kita dan setiap saat bisa merampas
    dan membekukan aset Kita. Itulah hukuman dunia dari Alloh terhadap ummat Islam
    yang tidak berjihad, di samping adzab yang disiapkan di Akhirat. “

    Reply

Leave a reply "BUGHATS"