Cara Bergaul dan Berteman Berdasarkan Ilmu Syar’i

banner 468x60
banner 160x600

muslimsBandungCityToday.com - Bergaul dan memiliki banyak teman adalah fitrah setiap manusia, tak terkecuali bagi para muslimin dan muslimah.
Allah SWT pun menyampaikan hal ini dalam firman-Nya,

Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa. Sungguh Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.” (QS. Al Hujurat:13)

Banyak orang yang terjerumus ke dalam lubang kemakisatan dan kesesatan karena pengaruh teman bergaul yang jelek. Namun juga tidak sedikit orang yang mendapatkan hidayah dan banyak kebaikan disebabkan bergaul dengan teman-teman yang shalih.
Rasulullah SAW bersabda :
Sesungguhnya amal perbuatan tergantung pada niat, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan sesuai apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari-Muslim)
Berdasarkan hadits di atas, mungkin di keseharian kita dalam bergaul, kita sering mendengar ungkapan begini :
Tidak apa-apa kok, bergaul dengan para preman atau pemabok, yang penting, jaga diri kita, tidak ikut-ikutan mabok atau memalak orang .….

Atau ungkapan ini :
Aku tetap mengerjakan shalat dan tidak pernah bolong-bolong, kadang-kadang aku juga shalat sunat, walaupun aku sering hang-out bareng teman-teman, sering klabbing dan shopping, tapi aku tidak ikut-ikutan minum minuman beralkohol, aku hanya minum minuman soft-drink …..

Atau ungkapan ini :
Aku juga minum sedikit (beralkohol), tapi niatku hanya menyenangkan hati teman-temanku yang mengundang pesta, tapi niatku tidak menolakku, bukannya menolak dalam hati berarti selemah-lemahnya iman, berarti juga masih ada iman di hati ….

Atau ungkapan lainnya yang sejenis yang menunjukkan kita sebagai anak gaul yang “tetap syar’i” atau menjauhi perbuatan yang terlarang dan diharamkan.

Nah, pada pambahasan kali ini, mari kita pelajari tata-cara berteman atau bergaul yang baik dan benar berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah (Hadits Shahih).

Islam sebagai agama yang sempurna dan menyeluruh telah mengatur bagaimana adab-adab serta batasan-batasan dalam pergaulan. Pergaulan sangat mempengaruhi kehidupan seseorang. Dampak buruk akan menimpa seseorang akibat bergaul dengan teman-teman yang jelek, sebaliknya manfaat yang besar akan didapatkan dengan bergaul dengan orang-orang yang baik. Dengan demikian, diharapkan agar ungkapan-ungkapan “nyeleneh” di atas tidak keluar dari lisan kita yang masih memiliki iman, walaupun hanya sebesar biji “zarah”.
Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala telah tegaskan dalam firman-Nya :
Apa yang diberikan Rasul (Muhammad) kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.
(QS Al-Hasyr: 7)

Lalu, bagaimana sebenarnya ciri teman yang baik?
Yang pertama dan yang paling utama, tentunya ia haruslah seorang mukmin sebagaimana sabda Rasulullah saw,

Janganlah kamu mengambil teman kecuali yang mukmin...
(HR. At-Tirmidzi dan Abu Dawud)
Karakteristik orang mukmin adalah sebagaimana yang digambarkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya sbb :

Sesungguhnya orang-orang yang beriman (mukmin) adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal.
(QS. Al Anfal:2)

Allah SWT juga berfirman,

Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa.
(QS.Az Zukhruf:67)

Seorang mukmin itu ibarat cermin bagi mukmin lainnya. Ketika ia melihat sahabatnya maka seolah-olah ia melihat dirinya sendiri.

Rasulullah saw bersabda,

Mukmin itu ibarat cermin bagi mukmin lainnya yang senantiasa mencegah saudaranya dari kebangkrutan dan senantiasa melindunginya dari marabahaya.
(HR. Abu Dawud)

Yang kedua, ciri teman yang baik adalah yang berakhlaq mulia. Sangat penting menilai akhlaq seorang teman, sebab tabiat manusia memiliki kecenderungan untuk meniru orang yang ada di dekatnya. Ibnu Taimiyah berkata, “Sesungguhnya manusia itu seperti sekawanan burung, selalu tertarik untuk saling meniru satu sama lainnya.”

Akhlaq yang mulia mendatangkan kecintaan Allah dan juga kasih sayang manusia. Rasulullah saw bersabda,

"Kaum mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaqnya, yang paling lapang dadanya, yang mudah bersahabat dan disahabati. Tidak ada kebaikan pada orang yang tidak bersahabat dan tidak disahabati.
(HR. Ath-Thabrani)

Dalam sebuah hadits Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang peran dan dampak seorang teman dalam sabda Beliau SAW di dalam hadits Bukhari sbb :
Dari Musa bin Isma’il berkata :
“Telah menceritakan kepada saya [Musa bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami ['Abdul Wahid] telah menceritakan kepada kami [Abu Burdah bin 'Abdullah] berkata; Aku mendengar [Abu Burdah bin Abu Musa] dari [bapaknya radliallahu 'anhu] berkata :
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Perumpamaan orang yang bergaul dengan orang shalih dan orang yang bergaul dengan orang buruk seperti penjual minyak wangi dan tukang tempa besi, Pasti kau dapatkan dari pedagang minyak wangi apakah kamu membeli minyak wanginya atau sekedar mendapatkan bau wewangiannya, sedangkan dari tukang tempa besi akan membakar badanmu atau kainmu atau kamu akan mendapatkan bau yang tidak sedap"
(HR. Bukhari 1959 dan Muslim 2628)

 


Penyunting :
Raja Copas Abu Jihad Muhammad al-Indunisiy

Sumber:

https://muslim.or.id/8879-pengaruh-teman-bergaul.html

http://www.suara-islam.com/read/index/6354/Muslimah-Sejati-Bergaul-Secara-Syar-i

http://paringilmu.blogspot.co.id/2014/01/hadist-berteman-dengan-yang-baik.html

http://ensikperadaban.com/

http://mutiarahadits.com/70/98/75/penjelasan-tentang-penjual-minyak-wangi-dan-menjual-misik.htm

 

 

Category: Pendidikan
Email Autoresponder indonesia
author
Seorang perjaka muda yang penuh dengan ambisi dan memiliki cita-cita menjadi seorang khilafah di muka bumi.
6 Responses
    • author

      frederik1 year ago

      PLEASE moderation this comment soon…………..

      Reply
    • author

      frederik1 year ago

      PLEASE moderation this comment soon…………..

      Reply
  1. author

    frederik1 year ago

    3 Artikel ttg TA’ARUF………………

    http://bandungcitytoday.com/search/taaruf

    Reply
  2. author

    frederik1 year ago

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
    “Perumpamaan orang yang bergaul dengan orang shalih dan orang yang bergaul dengan orang buruk seperti penjual minyak wangi dan tukang tempa besi, Pasti kau dapatkan dari pedagang minyak wangi apakah kamu membeli minyak wanginya atau sekedar mendapatkan bau wewangiannya, sedangkan dari tukang tempa besi akan membakar badanmu atau kainmu atau kamu akan mendapatkan bau yang tidak sedap”
    (HR. Bukhari 1959 dan Muslim 2628)

    Reply

Leave a reply "Cara Bergaul dan Berteman Berdasarkan Ilmu Syar’i"