Penertiban PKL di Warnai Penolakan

0 465
banner 468x60
banner 160x600

Ilustrasi

Bandung,BCT - Tim Satuan Polisi Pamong Praja kota bandung kembalin menertibkan sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berada di jl. Gatot Subroto, di depan tempat perbelanjaan TSM pada hari senin (6/3).

Meskin sempat terjadi penolakan terhadapat petugas yang akan membongkar paksa lapak PKL yang sudah di berikan peringatan sebelumnya, penertiban tetap di laksanakan sesuai instruksi. Taspen Efendi selaku Kepala Bidang Ketentraman dan Penertiban Umum mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat peringatan agar para PKL tersebut dengan sukarela membongkar sendiri lapak yang berada di zona merah tersebut.

" jadi kami sudah memberikan surat kepada para PKL yang ada di sini. Nah yang kita tertibkan ini yang bandel ada sekitar 20 lapak " kata taspen.

Suparno Purnomo selaku kordinator PKL mengatakan, bahwa pihaknya hanya menerima surat edaran hanya satu kali. Ia pun mengatakan, menjadi PKL karena tuntutan ekonomi untuk keluarganya.

" kami jadi pedagang di sini karena tuntutan ekonomi, coba kalo cari kerja gampang kita gak akan kaya gini. Saya berharap pemerintah gak tebang pilih dalam menertibkan, kami hanya mencari sesuap nasi " kata Suparno di tengah-tengah penertiban.

Idris kuswandi Kabid Penegak Produk Hukum mengatakan, pihaknya telah melakukan negosiasi secara kekeluargaan dengan Suparno selaku koordinator PKL di tempat tersebut.

" kami sudah melakukan pembicaraan secara kekeluargaan yah dan juga sudah melayangkan surat sebanyak tiga kali. Adapun pernyataan dia (suparno) yang mengatakan baru satu kali, peringatan tersebut sudah sejak sebulan yang lalu. beberapa sudah ada yang membuka lapaknya sekitar 12 lapak, jadi total lapak yang ada di sini itu 32 lapak, 20 lapak yang sekarang ini yang kita tertibkan " kata Idris. (rd)

Category: Pemerintah
Email Autoresponder indonesia
author
Seorang perjaka muda yang penuh dengan ambisi dan memiliki cita-cita menjadi seorang khilafah di muka bumi.
No Response

Leave a reply "Penertiban PKL di Warnai Penolakan"