Bercanda dalam Batas Syariah & Larangan Mentertawakan Orang Kentut

banner 468x60
banner 160x600

BandungCityToday.com - CANDA tawa dalam kehidupan ini adalah bagian dari perputaran hidup, karena tidak selamanya keadaan susah melanda. Hanya saja sebaiknya dalam merelakskan diri jangan sampai kita terjebak dalam hal yang berlebihan. Karena syariah mengatur muslim dalam bercanda tawa dalam setiap harinya.

Indonesia termasuk negara yang sangat hoby dengan humor. Terlihat dari banyaknya tayangan televisi, acara humor, komedia atau yang sifatnya lawak dengan aneka ragam bentuk dan tipenya ada semua di Indonesia ini. Bahkan tidak sedikit diantara komedian terpeleset dalam candaan masalah yang sangat sensitif dan menabrak norma agama dan negara.

Kasus yang beberapa pekan terakhir ini heboh karena ada seorang artis dangdut yang memakai candaan lambang negara mendapatkan protes serius dari banyak kalangan. Hingga putri sang proklamator pun ikut turun tangan agar tidak ada lagi orang yang menjadikan lambang negara atau dasar negara sebagai candaan. Karena hal itu jelas melanggar Undang-Undang yang ada.

Kalau lambang negara saja dipakai candaan mendapatkan protes yang keras dari para pembela bangsa, maka seharusnya manakala ada para komedian itu bercanda dengan syariat Islam atau lambang dari agama Islam seharusnya para pembela Islam harus lebih sensitif dan wajib mengurnya. Karena menjadikan syariah sebagai candaan adalah termasuk sebuah amalan kekufuran yang pelakunya dijerat dengan ancaman neraka.

Dari itu semua umat Islam wajib paham, aturan main dalam bercanda. Karena para ulama telah membahas dalam banyak kitabnya. Tentang akhlak wal adab seorang muslim dalam menjalankan setiap harinya. Jangan sampai hanya gara-gara ingin senang malah masuk kedalam buih dan terancam dengan siksa neraka.

Dalam kesempatan kali ini, mari memahami tiga hadist tentang tertawa agar kita semua bisa menjauhi larangan dan membebaskan diri dari sifat buruk manusia. Karena kerugian akan didapat dan penyesalan akan terasa di akhir waktunya bila kita terus menabrak ajaran Islam.

Suatu kali Imam Al Ghazali melontarkan 6 pertanyaan kepada murid-muridnya yang hadir dalam majelis ta�limnya. Salah satunya adalah: Benda apa yang paling tajam di dunia ini?. Beragam jawaban muncul dari murid-murid beliau. Pisau, silet, sampai pedang. Imam Al Ghazali menanggapi jawaban murid-muridnya tersebut. �Betul, semua benda yang kalian sebutkan itu tajam. Tapi ada yang lebih tajam dari itu semua. Yaitu LIDAH

Firman Allah SWT :
dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis (QS An Najm : 43)

Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul hanyalah sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyap kan yang hak, dan mereka menganggap ayat-ayat kami dan peringatan- peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokan. (QS Al Kahfi : 56)

Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok. (QS Al Kahfi : 106)

Dan apahila orang-orang kafir itu melihat kamu, mereka hanya membuat kamu menjadi olok-olok. (Mereka mengatakan): "Apakah ini orang yang mencela tuhan-tuhan-mu?", padahal mereka adaIah orang-orang yang ingkar mengingat Allah Yang Maha Pemurah. (QS Al Anbiyaa’ : 36)

Dan apabila dia mengetahui barang sedikit tentang ayat-ayat Kami, maka ayat-ayat itu dijadikan olok-olok. Merekalah[1382] yang memperoleh azab yang menghinakan. (QS Al Jaatsiyah : 9)

Yang demikian itu, karena sesungguhnya kamu menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokan dan kamu telah ditipu oleh kehidupan dunia, maka pada hari ini mereka tidak dikeluarkan dari neraka dan tidak pula mereka diberi kesempatan untuk bertaubat. (QS Al Jaatsiyah : 35)

Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: "Kami telah beriman." Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka[25], mereka mengatakan: "Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok." Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka. (QS Al Baqarah : 14-15)

Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa rasul sebelum kamu, maka turunlah kepada orang-orang yang mencemoohkan di antara mereka balasan (azab) olok-olokan mereka. (QS Al An’aam : 10)
Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, "Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja." Katakanlah: "Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?" (QS At Taubah : 65)

Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. (QS Luqman : 6)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan (mengolok-olok) kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri[1409] dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman[1410] dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS Hujuraat : 11)

Pengikut-pengikut mereka menjawab: "Sebenarnya kamulah. Tiada ucapan selamat datang bagimu, karena kamulah yang menjerumuskan kami ke dalam azab, maka amat buruklah Jahannam itu sebagai tempat menetap." Mereka berkata (lagi): "Ya Tuhan kami; barang siapa yang menjerumuskan kami ke dalam azab ini maka tambahkanlah azab kepadanya dengan berlipat ganda di dalam neraka." Dan (orang-orang durhaka) berkata: "Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu (di dunia) kami anggap sebagai orang-orang yang jahat (hina). Apakah kami dahulu menjadikan mereka olok-olokan, ataukah karena mata kami tidak melihat mereka?" Sesungguhnya yang demikian itu pasti terjadi, (yaitu) pertengkaran penghuni neraka. (QS Shaad : 60-64)
Hadist pertama:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَيْلٌ لِلَّذِى يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ
“Celakalah orang yang berbicara kemudian dia berdusta agar suatu kaum tertawa karenanya. Kecelakaan untuknya, Kecelakaan untuknya.” (Riwayat Abu Dawud no. 4990. Syaikh Al-Albani berkata, “hasan.”)
Hadist ini menerangkan kepada kita semua agar kita hati-hati dalam bercanda, jangan hanya ingin dikira lucu dan ingin membuat orang lain ketawa dia berbohong dan berdusta. Hal seperti inilah yang akan menyebabkan dirinya berdosa dan akan menyesal karena kecelakaan yang hina bagi pelakunya. Naudzubillah.

Hadist kedua:
Dari sahabat Abdullah bin Zam’ah radhiyallahu ‘anhu suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan khutbah. Beliau menceritakan tentang kisah unta Nabi Sholeh yang disembelih kaumnya yang membangkang. Beliau menafsirkan firman Allah di surat as-Syams.
Kemudian beliau menasehati agar bersikap lembut dengan wanita, dan tidak boleh memukulnya.
Kemudian beliau menasehati sikap sahabat yang tertawa ketika mendengar ada yang kentut.
إِلَامَ يَضْحَكُ أَحَدُكُمْ مِمَّا يَفْعَلُ؟
“Mengapa kalian menertawakan kentut yang kalian juga biasa mengalaminya.” (Riwayat Bukhari 4942 dan Muslim 2855).
Dalam Tuhfatul Ahwadzi, Syarh Sunan Turmudzi, Al-Mubarokfuri mengatakan,
وكانوا في الجاهلية إذا وقع ذلك من أحد منهم في مجلس يضحكون فنهاهم عن ذلك
“Dulu mereka (para sahabat) di masa jahiliyah, apabila ada salah satu peserta majlis yang kentut, mereka pada tertawa. Kemudian beliau melarang hal itu.” (Tuhfatul Ahwadzi, 9/189).
Imam Ibnu Utsaimin menjelaskan,
الإنسان إنما يضحك ويتعجب من شيء لا يقع منه، أما ما يقع منه؛ فإنه لا ينبغي أن يضحك منه، ولهذا عاتب النبي صلى الله عليه وسلم من يضحكون من الضرطة؛ لأن هذا شيء يخرج منهم، وهو عادة عند كثير من الناس.
"Umumnya orang akan menertawakan dan terheran dengan sesuatu yang tidak pernah terjadi pada dirinya. Sementara sesuatu yang juga dialami dirinya, tidak selayaknya dia menertawakannya. Karena itulah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mencela orang yang menertawakan kentut. Karena kentut juga mereka alami. Dan semacam ini (menertawakan kentut) termasuk adat banyak masyarakat." (Syarh Riyadhus Sholihin, 3/120).
Kemudian Imam Ibnu Utsaimin juga menyebutkan satu kaidah,
وفي هذا إشارة إلى أن الإنسان لا ينبغي له أن يعيب غيره فيما يفعله هو بنفسه
"Ini merupakan isyarat bahwa tidak sepantasnya bagi manusia untuk mencela orang lain dengan sesuatu yang kita juga biasa mengalaminya." (Syarh Riyadhus Sholihin, 3/120).

Hadist ketiga:
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
وَلَا تُكْثِرِ الضَّحِكَ، فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ القَلْبَ
"Dan janganlah terlalu banyak tertawa. Sesungguh¬nya terlalu banyak tertawa dapat mematikan hati.” ( Riwayat Tirmidzi 2/50)
Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Surga dan neraka ditampakkan kepadaku, maka aku tidak melihat tentang kebaikan dan keburukan seperti hari ini. Seandainya kamu mengetahui apa yang aku ketahui, kamu benar-benar akan sedikit tertawa dan banyak menangis.”
Anas bin Malik –perawi hadits ini mengatakan, “Tidaklah ada satu hari pun yang lebih berat bagi para Sahabat selain hari itu. Mereka menutupi kepala mereka sambil menangis sesenggukan.” (Riwayat Muslim nomor 2359)
Demikianlah tiga hadist yang perlu kita ketahui agar kita sennatiasa hati-hati dalam bercanda baik dalam keseharian atau dalam berkomen di dunia maya seperti di media sosial.
Karena bila kita sudah masuk dalam candaan yang mengenai negara dan lambanganya siap-siap aja penjara sebagai ujung dari canda, bila agama dan syariat di percandakan maka siap-siap neraka mengancam.*
Contoh Candaan Syar’I :
Beberapa riwayat humor dan canda Rasulullah saw. berikut semoga dapat menjadi inspirasi humor yang sehat, cerdas, positif dan menyegarkan.
Kisah 1 :
Seseorang sahabat mendatangi Rasulullah SAw, dan dia meminta agar Rasulullah SAW membantunya mencari unta untuk memindahkan barang-barangnya. Rasulullah berkata: �Kalau begitu kamu pindahkan barang-barangmu itu ke anak unta di seberang sana�. Sahabat bingung bagaimana mungkin seekor anak unta dapat memikul beban yang berat. �Ya Rasulullah, apakah tidak ada unta dewasa yang sekiranya sanggup memikul barang-barang ku ini?� Rasulullah menjawab, �Aku tidak bilang anak unta itu masih kecil, yang jelas dia adalah anak unta. Tidak mungkin seekor anak unta lahir dari ibu selain unta� Sahabat tersenyum dan dia-pun mengerti canda Rasulullah. (Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud dan At Tirmidzi. Sanad sahih)
Kisah 2 :
Seorang perempuan tua bertanya pada Rasulullah: �Ya Utusan Allah, apakah perempuan tua seperti aku layak masuk surga?� Rasulullah menjawab: �Ya Ummi, sesungguhnya di surga tidak ada perempuan tua�. Perempuan itu menangis mengingat nasibnya Kemudian Rasulullah mengutip salah satu firman Allah di surat Al Waaqi�ah ayat 35-37 �Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya�. (Riwayat At Tirmidzi, hadits hasan)
Mendengar perkataan nabi nenek itu pergi dan menangis tanpa mendengarkan penjelasan lebih lanjut dari nabi. maka Nabi menyuruh orang untuk memanggil nenek tadi.

“Wahai nenek disurga tidak aka ada Lagi perempuan tua karena semua akan menjadi muda kembali, Kaun perempuan akan menjadi perawan kembali termasuk nenek jika nenek beriman dan beramal shaleh Taat kepada Allah dan Rosulnya. “ Mendengar perkataan nabi pun sinenek tadi tersenyum gembira.

Kisah 3 :
Seorang sahabat bernama Zahir, dia agak lemah daya pikirannya. Namun Rasulullah mencintainya, begitu juga Zahir. Zahir ini sering menyendiri menghabiskan hari-harinya di gurun pasir. Sehingga, kata Rasulullah, �Zahir ini adalah lelaki padang pasir, dan kita semua tinggal di kotanya�. Suatu hari ketika Rasulullah sedang ke pasar, dia melihat Zahir sedang berdiri melihat barang-barang dagangan. Tiba-tiba Rasulullah memeluk Zahir dari belakang dengan erat. Zahir: �Heii��siapa ini?? lepaskan aku!!!�, Zahir memberontak dan menoleh ke belakang, ternyata yang memeluknya Rasulullah. Zahir-pun segera menyandarkan tubuhnya dan lebih mengeratkan pelukan Rasulullah. Rasulullah berkata: �Wahai umat manusia, siapa yang mau membeli budak ini??� Zahir: �Ya Rasulullah, aku ini tidak bernilai di pandangan mereka� Rasulullah: �Tapi di pandangan Allah, engkau sungguh bernilai Zahir. Mau dibeli Allah atau dibeli manusia?� Zahir pun makin mengeratkan tubuhnya dan merasa damai di pelukan Rasulullah. (Riwayat Imam Ahmad dari Anas ra)
Kisah 4 :
Suatu ketika, Rasulullah saw dan para sahabat ra sedang ifthor. Hidangan pembuka puasa dengan kurma dan air putih. Dalam suasana hangat itu, Ali bin Abi Tholib ra timbul isengnya. Ali ra mengumpulkan kulit kurma-nya dan diletakkan di tempat kulit kurma Rasulullah saw. Kemudian Ali ra dengan tersipu-sipu mengatakan kalau Rasulullah saw sepertinya sangat lapar dengan adanya kulit kurma yang lebih banyak. Rasulullah saw yang sudah mengetahui keisengan Ali ra segera �membalas� Ali ra dengan mengatakan kalau yang lebih lapar sebenarnya siapa? (antara Rasulullah saw dan Ali ra). Sedangkan tumpukan kurma milik Ali ra sendiri tak bersisa. (HR. Bukhori, dhoif)
Kisah 5 :
Aisyah RA berkata, �Aku pernah bersama Rasulullah SAW dalam suatu perjalanan, saat itu tubuhku masih ramping. Beliau lalu berkata kepada para sahabat beliau, �Silakan kalian berjalan duluan!� Para sahabat pun berjalan duluan semua, kemudian beliau berkata kepadaku, �Marilah kita berlomba.� Aku pun menyambut ajakan beliau dan ternyata aku dapat mendahului beliau dalam berlari. Beberapa waktu setelah kejadian itu dalam sebuah riwayat disebutkan:�Beliau lama tidak mengajakku bepergian sampai tubuhku gemuk dan aku lupa akan kejadian itu.�-suatu ketika aku bepergian lagi bersama beliau. Beliau pun berkata kepada para sahabatnya. �Silakan kalian berjalan duluan.� Para sahabat pun kemudian berjalan lebih dulu. kemudian beliau berkata kepadaku, �Marilah kita berlomba.� Saat itu aku sudah lupa terhadap kemenanganku pada waktu yang lalu dan kini badanku sudah gemuk. Aku berkata, �Bagaimana aku dapat mendahului engkau, wahai Rasulullah, sedangkan keadaanku seperti ini?� Beliau berkata, �Marilah kita mulai.� Aku pun melayani ajakan berlomba dan ternyata beliau mendahului aku. Beliau tertawa seraya berkata, � Ini untuk menebus kekalahanku dalam lomba yang dulu.� (HR Ahmad dan Abi Dawud)
Kisah 6 :
Rasulullah SAW juga pernah bersabda kepada �Asiyah, �Aku tahu saat kamu senang kepadaku dan saat kamu marah kepadaku.� Aisyah bertanya, �Dari mana engkau mengetahuinya?� Beliau menjawab, � Kalau engkau sedang senang kepadaku, engkau akan mengatakan dalam sumpahmu �Tidak demi Tuhan Muhammad� Akan tetapi jika engkau sedang marah, engkau akan bersumpah, �Tidak demi Tuhan Ibrahim!�. Aisyah pun menjawab, �Benar, tapi demi Allah, wahai Rasulullah, aku tidak akan meninggalkan, kecuali namamu saja� (HR Bukhari dan Muslim) Wallahu�alam Bisshawab. Wabillahit Taufiq Wal Hidayah.

Kisah 7 :
Jika Nabi bercanda maka terlihat giginya yang putih berjajar rapi Nabi sering bersiwak dan selalu menjaga kebersihan Giginya. Jika nabi merasa senang nabi tidak pernah tertawa terbahak bahak.

Menjelang wafatnya beliaupun masih sempat bercanda dengan Aisah R.ah Ketika demam nabi semakin tinggi dan menyandarkan Kepala yang mulia baginda nabi ke pangkuan paha Aisyah, Maka Aisyah merasakan Suhu badan nabi yang panas akibat demam maka Aisyahpun berkata “ Aduh…” Mendengar rintihan Aisyah Nabi Berkata “ Aisyah sepertinya kamu duluan yang akan dipanggil Allah, karena aku yang merasakan sakit kamu yang mengaduhnya” Mendengar canda nabi Aisyahpun tertunduk malu.
Kisah 8 :
Rabiah r.a Bercerita, “ akulah yang mengurus segala keperluan Nabi pada waktu malam . aku akan menyediakan Air untuk wudhu pada waktu malam, untuk tahajud nabi. Dan kebutuhan kebutujan lainya seperti siwak, sajadah dan lain lainya. Pada suatu Hari karena mengingat pelayanan aku yang memuaskan Beliau Nabi Saw. Bertanya, “ Apakah yang sangat Kamu Inginkan ?”
Aku menjawab, “ ya Rasulullah Saw, Aku ingin bersama-sama dengan engkau dalam surga. “
Mendengar jawaban itu beliau Rasulullah Saw. Bertanya lagi, “selain Itu?”
Jawabku. “ Itu saja yang menjadi idamanku. “
Akhirnya Beliau berkata, Baiklah, kamu harus menolong aku dengan memperbanyak Sujud Kepada Allah, “ (Hr. Abu dawud)
Kisah 9 :
Suatu Saat nabi Nuh A.S Meminta kepada Allah agar Umatnya yang Ingkar dan tidak taat agar di DIHANCURKAN saja, Maka Allah menyuruh kepada nabi Nuh untuk membuat tempayan sesanggup dan sebanyak banyak, Nabi Nuh pun sempat bertanya tanya kepada Allah untuk apa Allah menyuruh mengerjakan hal seperti tu, Jawab Allah “ kerjakanlah dan Nanti aku akan beritahukan kepadamu”

Maka Nabi Nuh dengan sifat taat kepada Allah membuat tempayan, Puluhan Gunung tempayan telah dibuatnya dan setelah dirasa sangat banyak maka nabi Nuh menghadap kepada Allah Swt. Dan Berkata “ Wahai Allah yang maha bijaksana aku sudah membuat nampan sebanyak banyaknya, selanjutnya apalagi yang akan engkau perintahkan kepadaku ?”

Allah Swt Menjawab “ sekarang Engkau hancurkan tempayan Tersebut”
Maka dengan Hati pilu dan sedih nabi Nuh pun menghancurkan tempayan yang telah dibuatnya, Setelah semua tempayan dihancurkan maka Nabi Nuh Menghadap Allah dan bertanya kepada Allah Swt.

“ Wahai Allah mengapa engkau menyuruh aku menghancurkan tempayan, padahal aku telah membuat tempayan itu dengan bersusah payah?”

Jawab Allah “ Wahai Nabi Nuh begitu juga dengan Aku, Aku telah menciptakan manusia dengan kasih sayangku maka aku harus menghancurkannya kembali, maka begitu sedih hatiku melebihi kesedihan hatimu, Tetapi karena engkau sebagi nabi meminta menghancurkanya maka wajib bagiku untuk mengabulkan permintaamu.

Demikianlah kasih Sayang Allah lebih besar dari siapapun termasuk nabi sekalipun.
Kisah 10:
Suatu saat Rasululloh mendapatkan undangan walimah. Disana dihidangkan daging unta panggang. Tiba- tiba ada seorang sahabat yang mengeluarkan angin dengan lirih (kentut) tapi baunya luar biasa dan kemana- mana. Tapi tak seorangpun yang mengaku telah buang angin karena malu. Para hadirinpun bergunjing: “ Lihat saja nanti siapa yang saat sholat berwudhu dulu, berarti dialah yang buang angin”. Mendengar itu Rasulpun dengan jenaka sekaligus agar tidak ada seorangpun yang dipermalukan segera berkata:

” Barang siapa yang makan daging unta, maka hendaklah ia berwudhu!”.(H.R.Muslim).

Maka selamatlah si sahabat yang buang angin itu atas strategi yang jitu dari Rasululloh SAW. Karena semua hadirin pun berwudhu ketika mau sholat karena semuanya telah makan daging unta bakar tanpa kecuali.

(Sebagian Ulama, sebagaimana para Ulama Saudi menggunakan hadist ini untuk menyatakan bahwa makan daging unta, baik itu dibakar ataupun tidak, hal itu membatalkan wudhu, tidak berlaku untuk makan daging kambing, ayam, ataupun daging hewan yang halal lainnya).
Kisah 11:
Suatu pagi Aisyah, istri Nabi yang sering dipanggil Khumairo’ (Wanita yang berkulit cantik dengan rona kemerahan) menyediakan air minum untuk suami tercinta baginda Rasululloh SAW yang sedang menjadi Imam sholat subuh. Ketika selesai sholat, Rasulpun masuk kerumah dan segera duduk untuk menikmati minuman hangat yang disediakan Aisyah. Namun baru sedikit diminum, terasa ada sesuatu yang aneh! Minuman itu bukan terasa manis tapi asin. Rupanya Aisyah telah keliru mengambil garam untuk minum Rasul, padahal seharusnya gula. Nabipun dengan kalem dan sabar memanggil Aisyah dengan panggilan kesayangannya itu (kalau kejadian itu menimpa kita mungkin kita sudah banting gelas kelantai sambil marah- marah): "Ya Khumairo’ kesini!. Yuk kita menikmati minum pagi ini segelas berdua!”. Maka Aisyahpun datang dan duduk dengan manja disamping Nabi. Iapun segera menerima gelas dari tangan Rasul dan mulai meminumnya!. Tiba- tiba wajah Aisyah berubah kecut, malu bercampur takut.Iapun segera tersadar bahwa ia telah keliru mengambil gula. Namun Rasul pun bersabda dengan penuh kesabaran: ^Wahai Khumairo’, jangan takut, tidak apa- apa. Tapi lain kali jangan menaruh gula berdampingan dengan garam!” Maka dengan tersipu- sipu Aisyah mohon maaf dan berjanji untuk lebih berhati- hati dilain kali. (Au kamaa qool).
Kisah 12:
Aisyah RA berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah SAW dalam suatu perjalanan, saat itu tubuhku masih ramping.
Beliau lalu berkata kepada para sahabat beliau, ”Silakan kalian berjalan duluan!”
Para sahabat pun berjalan duluan semua, kemudian beliau berkata kepadaku, “Marilah kita berlomba.”
Aku pun menyambut ajakan beliau dan ternyata aku dapat mendahului beliau dalam berlari.
Beberapa waktu setelah kejadian itu dalam sebuah riwayat disebutkan:”Beliau lama tidak mengajakku bepergian sampai tubuhku gemuk dan aku lupa akan kejadian itu.”
suatu ketika aku bepergian lagi bersama beliau. Beliau pun berkata kepada para sahabatnya. “Silakan kalian berjalan duluan.”
Para sahabat pun kemudian berjalan lebih dulu. kemudian beliau berkata kepadaku, “Marilah kita berlomba.”
Saat itu aku sudah lupa terhadap kemenanganku pada waktu yang lalu dan kini badanku sudah gemuk.
Aku berkata, “Bagaimana aku dapat mendahului engkau, wahai Rasulullah, sedangkan keadaanku seperti ini?”
Beliau berkata, “Marilah kita mulai.”
Aku pun melayani ajakan berlomba dan ternyata beliau mendahului aku.
Beliau tertawa seraya berkata, ”Ini untuk menebus kekalahanku dalam lomba yang dulu.”
(HR Ahmad dan Abi Dawud)
Kisah 13:
Adalah Rasululloh sangat menyayangi kedua cucunya Hasan dan Husain bin Ali. Rasululloh sering mencium kedua cucunya itu sampai ada seorang sahabat yang berkata:" Engkau suka menciumi cucu- cucu anda ya Rasulullah? saya punya banyak anak tapi saya tak pernah sekalipun menciumi mereka". Maka Rasulullah SAW bersabda: " من لم يرحم لا يرحم" Barang siapa tidak memiliki kasih sayang - dia tidak akan disayang (Alloh)".
Diantara bentuk kasih sayang Rasululloh kepada cucu- cucunya, beliau sering merangkak jadi kuda- kudaan- ditunggang berrebut dan bergantian oleh kedua cucunya tersebut. Diriwayatkan bahwa sering dalam sholatnya beliau memperlama sujudnya karena kedua cucunya naik diatas punggungnya ketika beliau sujud itu. Baru ketika kedua anak kecil itu turun dari punggungnya, beliaupun menyelesaikan sujudnya.

# Beliau juga dikenal suka bercanda dan sangat menyayangi anak- anak kecil. Anak- anak biasa menunggu Nabi pulang dari masjid. Bila mereka nampak Rasululloh, mereka segera berlomba berlari. Siapa yang duluan mencapai Nabi, dia akan mendapat hadiah yakni diangkat pundak Nabi yang kanan, juara kedua diangkat pada pundak Nabi yang kiri, sedang juara ketiga akan dinaikkan ke punggungnya. Demikian kecintaan Nabi pada anak- anak.Alloohumma sholli alaih wa alaa aalih.

Kisah 14:
Alkisah, hiduplah Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi ia lalui dengan selalu berkata "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya".
Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hingga menjelang Beliau SAW wafat. Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu…………
Syahdan

Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, "Anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan", Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, "Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja". "Apakah Itu?",tanya Abubakar r.a. Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana", kata Aisyah r.ha.

Keesokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, "siapakah kamu ?". Abubakar r.a menjawab, "aku orang yang biasa". "Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", jawab si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri", pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.
Kisah 15:
Alkisah, ada seorang nenek tua baru pulang dari pasar melalui jalanan kecil. Tiba- tiba perutnya berontak dan keluarlah angin dari perutnya yang mulas itu dengan suara amat keras. Rupanya si nenek dipasar makan sesuatu yang merangsang keluarnya gas dilambungnya. Ketika si nenek menoleh kebelakang, betapa terkejut dan kagetnya dia karena tepat dibelakangnya ada Nabi Muhammad SAW yang sedang lewat. Masya alloh!!! Betapa malunya dia karena telah mengeluarkan GAS dengan suara teramat keras dihadapan Rasul Alloh!!!. Maka dengan penuh rasa malu dan penyesalan yang luar biasa dengan wajah memelas si nenek meminta maaf kepada Nabi dengan suara bergetar: "Ya Rasulalloh, maafkan aku yang telah membuang gas sembarangan dihadapan tuan tanpa kira- kira". "Apa?" Jawab Nabi. "Tolong keraskan suaramu karena aku agak tuli!!!". Si nenek pun beberapa kali minta maaf kepada Nabi dengan suara agak lebih dikeraskan. Namun beberapa kali pula Nabi menyatakan beliau agak TULI. Maka si nenek pun tersenyum puas dan bersyukur karena Nabi ternyata agak tuli sehingga beliau tidak mendengar suara gas perutnya yang keras itu..... Si nenekpun mengucap: Alhamdulillah, ternyata Rasul tidak mendengar kentut saya yang tak bertata kesopanan itu....Padahal Nabi tidak tuli, Nabi mendengar suara gas yang keras itu... namun Nabi pura- pura tuli untuk menjaga perasaan si nenek.... Allohumma sholli alaa Muhammad wa alaa aalih wa sohbih.
Kisah 16:
Suatu ketika Rasulullah SAW menjadi imam shalat. Para sahabat yang menjadi makmum di belakangnya mendengar bunyi menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh Rasulullah bergeser antara satu sama lain.
Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu langsung bertanya setelah selesai sholat, ”Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, apakah Anda sakit?” Namun Rasulullah menjawab, ”Tidak. Alhamdulillah, aku sehat dan segar.”

Mendengar jawaban ini Sahabat Umar melanjutkan pertanyaannya, ”Lalu mengapa setiap kali Anda menggerakkan tubuh, kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh tuan? Kami yakin engkau sedang sakit…”

Melihat kecemasan di wajah para sahabatnya, Rasulullah pun mengangkat jubahnya. Para sahabat amat terkejut. Ternyata perut Rasulullah yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil untuk menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali tubuh Rasulullah bergerak.

Umar memberanikan diri berkata, ”Ya Rasulullah! Adakah bila Anda menyatakan lapar dan tidak punya makanan, lalu kami hanya akan tinggal diam?”

Rasulullah menjawab dengan lembut, ”Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu ini. Tetapi apakah yang akan aku jawab di hadapan Allah nanti, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban bagi umatnya?”

Para sahabat hanya tertegun. Rasulullah melanjutkan, ”Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah Allah buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak.”
Kisah 17:
Datang seorang perempuan lain, dia memberitahu Rasulullah SAW,
"Ya Rasulullah, suamiku jatuh sakit. Dia memanggilmu".
"Semoga suamimu yang dalam matanya putih", kata Rasulullah SAW.
Perempuan itu kembali ke rumahnya. Dan dia pun membuka mata suaminya. Suaminya bertanya dengan keheranan, "kenapa kamu ini?".
"Rasulullah memberitahu bahwa dalam matamu putih", kata istrinya menerangkan. "Bukankah semua mata ada warna putih?" kata suaminya.


Penyunting:
Raja Copas Abu Jihad Muhammad al-Indunisiy
2017

Sumber

https://www.voa-islam.com/read/tsaqofah/2016/04/30/43510/anda-gemar-bercanda-perhatikan-tiga-hadits-ini/

http://candanabimuhamad.blogspot.com/

http://miwitihombo.blogspot.com/2012/02/canda-canda-dan-keseharian-nabi.html

Category: Pendidikan
Email Autoresponder indonesia
author
Seorang perjaka muda yang penuh dengan ambisi dan memiliki cita-cita menjadi seorang khilafah di muka bumi.
No Response

Leave a reply "Bercanda dalam Batas Syariah & Larangan Mentertawakan Orang Kentut"