Tokoh Tabi’in Ini Kebal Dibakar Api Seperti Nabi Ibrahim AS

banner 468x60
banner 160x600

BandungCityToday.com - Dzu'aib bin Kilab ini dianggap memiliki Karomah. Ketika ia dilemparkan ke bara api, tubuhnya tetap sehat dan bugar. Karomah itu diberikan Allah karena ia rela disiksa demi mempertahankan keimanan.

Jadi ingat Kisah Nabi Ibrahim AS, ya ?

Subhanallah..

Inilah Kisahnya….
Subhanallah..., ketika iman sudah melekat di dada, siksaan fisik pun tiada artinya. Itulah yang dirasakan Dzu'aib bin Kilab. Padahal sebelumnya ia sama sekali tidak mengenal islam, akan tetapi ketika ia mendengar tentang Islam dan aneka cerita tentang sosok dan pribadi dan akhlak mulia Rasulullah SAW, ia akhirnya rela masuk Islam.
Anak laki-laki dari Kilab bin Rabi'ah Al-Khaulani ini menjadi penduduk Yaman pertama yang masuk Islam (mualaf), pada masa pemerintahan Khalifah Rasyidin pertama, Abu Bakar as Siddiq RA.
Nama aslinya adalah Abdullah bin Tsaub, dan nama gelar atau kunyahnya (nama populer) adalah Abu Muslim Al-Khaulani.
Beliau digolongkan sebagai Tabi’in, yaitu sebutan untuk muridnya para Sahabat Rasulullah SAW.

Rela Disiksa.
Tapi apa yang terjadi, kepindahannya ke Islam malah menimbulkan masalah besar. Seorang yang bernama Aswad Al Ansi, seorang ilmuwan yang menobatkan diri sebagai pengganti Rasulullah SAW yang khusus menguasai kota Shan'a, ibukota negeri Yaman.
[Pasca wafatnya Nabi Muhammad SAW, muncullah beberapa orang yang mengaku nabi. Diantara nabi palsu itu juga ada yang muncul di Yaman]
Syurahbil bin Muslim menceritakan, :
Berbagai upaya dilakukan Aswad Al Ansi untuk mengembalikan Dzu'aib bin Khilab kepada keyakinannya semula.

Tapi dengan ketulusan hati, Dzu'aib tidak mau mengakui Aswad, ia yakin dia adalah nabi palsu. Tapi penolakannya ibu berbuah kecaman dan ancaman, hingga ia pun dipanggil menghadap Aswad.

"Kenapa engkau tidak mempercayaiku, aku juga nabimu," tegur Aswad.

"Aku tidak melihat tanda-tanda kenabian (akhlak yang mulia) pada dirimu," jawab Dzu'aib dengan lantang.

Mendapat jawaban itu, Aswad begitu marah dan berteriak dengan keras,
"Hai Dzu'aib, apakah kamu sadar apa yang kamu katakan tadi?"

Subhanallah….

Diluar dugaan, Dzu'aib ini tetap tegar dengan pendiriannya.
"Tidak ada yang perlu aku takuti, aku tetap beriman kepada Allah dan Muhammad adalah Rasul-Nya," jawab Dzu'aib dengan bangga.

Suasana seketika menjadi tegang, Aswad pun mengancam akan membunuh Dzu'aib.
"Apakah engkau tidak takut jika tubuhmu kami lempar ke bara api itu?" ucap Aswad menggertak.

Tapi dengan keberanian yang luar biasa, Dzu'aib justru tersenyum seraya berseru,
"Aku minta izin, aku mau berdoa dulu kepada Allah SWT."

Dialog tawar menawar akidah itu pun berakhir buntu. Dzu'aib tetap bersikeras bahwa Aswad adalah bukanlah nabi melainkan pendusta alias nabi palsu.

Dilempar ke Bara Api.
Akhirnya Aswad menyuruh beberapa prajuritnya untuk melempar Dzu'aib ke dalam bara api yang disebutnya sebagai neraka. Rupanya Aswad sudah menyiapkannya untuk Dzu'aib. Dengan kepasrahan yang sangat tinggi, Dzu'aib akhirnya menjalani hukuman dengan dimasukkan ke dalam api.

Tapi aneh, begitu ia dilempar, semua mata terbelalak, seperti layaknya menyaksikan kisah Nabi Ibrahim a.s yang kebal api. Tubuh Dzu'aib tidak terbakar, seolah dingin di tengah kobaran api, tubuhnya tak terbakar sedikitpun.

Subhanallah…

Masa Pengusiran.
Akhirnya, Aswad Al-Ansi pun memerintahkan Abu Muslim untuk keluar dari Yaman.
Setelah keluar, Abu Muslim lantas pergi ke kota Madinah. Sesampainya di masjid Nabawi, ia lalu menambatkan kudanya dan kemudian masuk ke dalam masjid serta melaksanakan shalat.
Kehadirannya itu dilihat oleh Umar bin Khattab RA sehingga beliau menghampirinya, dan bertanya, “Dari manakah engkau?”
Abu Muslim menjawab, “Dari Yaman.”
Umar bertanya lagi, “Bagaimana informasi tentang laki-laki yang dibakar oleh si pembohong besar (nabi palsu), namun ternyata tidak terbakar?”
[ternyata berita itu sangat cepat tersebar sampai ke kota Madinah]
Abu Muslim menjawab, “Laki-laki itu bernama Abdullah bin Tsaub (ini adalah nama asli Abu Muslim Al-Khaulani).”
Umar pun bertanya, “Aku bertanya dengan nama Allah, engkaukah orangnya?”
Abu Muslim menjawab, “Ya.”
Mendengar jawaban tersebut, Umar langsung merangkulnya dan menangis.
Ia selanjutnya membawa Abu Muslim ke tempat Khalifah Abu Bakar, dan mempersilahkannya duduk di antara dirinya, dan sang Khalifah.
Umar berkata, “Segala puji bagi Allah yang belum mencabut nyawa saya hingga saya dapat bertemu dengan umat Muhammad SAW yang dianugerahi karamah seperti yang dianugerahkan kepada Ibrahim Alaihis salam.”


Penyunting:
Raja Copas Abu Jihad Muhammad al-Indunisiy
2017

Sumber: 

http://kisahislamiah.blogspot.co.uk/2011/07/kisah-mualaf-kebal-api.html

https://www.kiblat.net/2016/03/07/tokoh-tabiin-ini-kebal-dibakar-api-seperti-nabi-ibrahim/

https://www.eramuslim.com/profil/tokoh-tabiin-yang-kebal-terhadap-api.htm

Category: Pendidikan
Email Autoresponder indonesia
author
Seorang perjaka muda yang penuh dengan ambisi dan memiliki cita-cita menjadi seorang khilafah di muka bumi.
No Response

Leave a reply "Tokoh Tabi’in Ini Kebal Dibakar Api Seperti Nabi Ibrahim AS"