Seorang Nene Berusia 72 Tahun Yang Hidup Sebatangkara

banner 468x60
banner 160x600
BCT-Bandung Seorang nenek berusia 72 tahun bernama Dede Karmini hidup sebatangkara di sebuah gubuk berukuran 2 X 3 meter di wilayah Pasir Letik Rt 01/09 kelurahan Sukapada kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandug.
Dia membangung gubug tersebut di atas tanah orang lain yang harus dia sewa setiap harinya membayar 20 ribu. Sedangkan selama ini dia tinggal seorang diri dengan bertahan hidup dengan belas kasihan dari tetangga yang meras iba atas nasibnya.
"Ibu udah lama tinggal di sini,  ngebangun ini dari bantuan warga, awal nya tidak di suruh bayar tapi sudah beberapa bulan ini harus bayar uang sewa, " terangnya.
Rumah yang berdindingkan triplek, beralaskan beton dan beratapkan asbes,  sering dia keluh kan kedinginan dan kepanasan. " kalo musim hujan udara dingin pasti masuk dan bocor,  dan kalo musim panas kaya gini pasti kepanasan karena atas nya pake asbes," lanjutnya.
Dan setiap malam dia pun hidup dalam kegelapan karena tidak adanya aliran listrik yang menerangi gubuk berukuran 2 X 3 itu.
"tiap malam pasti gelap da gak ada listriknya, " terang dia.
Kondisi yang sudah tua tidak bisa menahan hawa dingin yang selalu meresap di sela-sela dinding yang tipis, sehingga kondisi kesehatan pun terbilang kurang baik. Sehingga saat ini dia mengalami sakit asam urat dan harus cek up kedokter sebulan sekali.
"karena kondisi ibu udah tua jadi kalo kedinginan kaki suka sakit,  kata dokter mah penyakit asam urat, " Jelasnya.
Sementara itu ketika ditanya soal anak dan sanak sodara dia mengatakan kondisi ke tiga anak nya pun tidak jauh beda dengan kondisi nya saat ini.
"saya punya anak 3 yang satu di jakarta jadi penjual asongan,  sisanya di Bandung satu sakit-sakitan dan yang satu ga tau di mana," katanya.
Saat ini rumah yang dia tempati akan di sewakan kepada orang lain oleh pemiliknya yang mengharuskan Dirinya harus pindah.
"saya di suruh pindah Karena tempatnya mau di sewa ke orang lain, " lanjutnya.
Lanjut Dede,  saat ini ada salah satu warga yang memberikan sepetak tanahnya untuk di tempati sepanjang dia hidup,  tapi dia kebingungan untuk membangun tidak ada biaya.
"ada yang nawarin tanah di deket kuburan,  (tidak jauh dari tempatnya saat ini)  tapi binggung bangunnya gimana,  ibu mah yang penting ada tempat tinggal aja mau di mana juga, " cerita dia.
Sementara itu salah satu tetangga Dede,  yang dia sebut Mamah Eno mengatakan bahwa keseharian ibu Dede ini sering berkunjung ke rumahnya, untuk bantu-bantu.
"saya kasihan,  ke ibu Dede,  suka main ke rumah kalo ada kadang suka di tawarin makan, " katanya.
Category: Opini, Peristiwa, Uncategorized
Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Seorang Nene Berusia 72 Tahun Yang Hidup Sebatangkara"