Waspada Black Campaign Lewat Media Sosial

0 144
banner 468x60
banner 160x600

BCT-BANDUNG - Bakal calon Wali kota Bandung Nurul Arifin, mewaspadai adanya black campaign yang datangnya dari media sosial.

Karena menurutnya semua black campaign yang terjadi ketika pemilu pasti ada aktor di balik itu.

"Saya membaca dan  identifikasi siapa orang dan kemana arahnya yang jelas ada aktornya," katanya saat di temui di hotel Papandayan,  kemarin (25/7).

Tapi walaupun demikian Nurul sudah mengantisipasi dari jauh hari. Cepat atau lambat itu akan terjadi. Hoax dan black maupun negative campaign.

"Cuman tetap kalau saya berharapnya dalam koridor yang wajar dan tidak dalam upaya memecah belah," katanya.

Dia juga tidak ingin untuk tidak terprovokasi karena sudah komit untuk tidak memerangkapkan diri dalam hal demikian.

"Tapi saya ingin mengadu dalam ide dan gagasan dalam visi dan misi," terangnya.

Untuk mengatasi adanya black campaign melalui media sosial nurul mengaku Sampai saat ini belum membuat tim untuk mengurusi media social.

"jadi kita masih menggunakan infrastruktur yang ada saja," terangnya.

Karena lanjut Nurul, untuk mengengine satu medsos secara komprehensif ada anggaran cukup mahal. Jadi kita menggunakan yang ada dulu.

"saya ingin kalau medsos disini bikinnya di Bandung jangan di Jakarta. Jadi ada tim saya disini," terangnya.

Terang nurul pihaknya akan memulai paling tidak di bulan September kami baru start (untuk medsos).

"Karena itu harus dipersiapkan seperti infrastrukturnya," jelas Nurul.

Dia mengaku peran media sosial saat ini sangat berpengaruh besar terhadap pilkada karena saat ini perkembangan dunia semakin canggih.

"anak anak sekarang mereka cenderung akrab dengan IT. Meski tidak berkomunikasi namun mereka terasosiasi dengan teman teman di medsos," terang Nurul.

Lanjut dia, Kalau ditanya seberapa penting maka kita tahu bahwa mereka ada pemilih yang potensial. Angkanya sangat besar antara 40 persen. Mereka saat ini masih swing voters jadi kita harus mempersuasi itu dengan cara dan jalan pikirannya.

"Dan itu bisa dilakukan dengan masuk ke dunianya," katanya.

Terang dia,  Kalau secara tingkat nasional pemilih remaja pengguna medsos angkanya sekitar 70 juta. Itu angka yang luar biasa.

"Tinggal bagaimana kita bisa secara cerdas masuk ke dunia mereka untuk memberikan influence," katanya.

Category: Opini, Pemerintah, Peristiwa, Politik
Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Waspada Black Campaign Lewat Media Sosial"