Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat (Jabar) mengumumkan Syarat Calon Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat

banner 468x60
banner 160x600

BCT-BANDUNG - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat (Jabar) mengumumkan syarat untuk calon perseorangan yang ingin maju di pemilihan kepala daerah Jawa Barat tahun 2018 mendatang.

Komisioner divisi teknis KPU Jawa Barat Endun Abdul Haq mengatakan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat yang ingin maju dari jalur independen atau perorangan, harus mengumpulkan sejumlah suara (KTP) dari 14 kota dan kabupaten yang ada di jawa barat.

"Bagi siapa saja warga Jawa Barat atau Indonesia yang ingin mencalonkan bakal calon gubernur atau wakil gubernur dari jalur perseorangan, harus menyerahkan dukungan berupa fotokopi e-KTP atau surat keterangan dari Disdukcapil minimal 2.132.589 lembar," kata Endun, saat di temui di kantor KPU Jabar jalan garut, Senin (28/8).

Lanjut Endun, Perhitungan itu berdasarkan Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2017. Dimana KPU menetapkan persentase 6,5 dikalikan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) terakhir. Adapun jumlah DPT terakhir di Jawa Barat adalah 32.809.057 jiwa.

Terang Endun, Angka itu merupakan penggabungan antara DPT Pilpres 2014 di 16 kabupaten/kota ditambah DPT pilkada terakhir di 11 kabupaten/kota. DPT di 16 daerah berdasarkan Pilpres 2014 adalah 18.158.771 jiwa. Sedangkan 11 daerah yang sudah melakukan pilkada serentak jumlah DPT-nya 14.650.286 jiwa.

"Adapun jumlah KTP dukungan bagi yang ingin maju dari jalur perseorangan itu harus berasal dari 50+1 persen kabupaten/kota se-Jawa Barat. Artinya, KTP dukungan harus dari warga minimal di 14 kabupaten/kota," terangnya.

Lanjut dia, nntinya KPU akan mengumumkan penerimaan berkas dukungan dari calon perseorangan pada 9-22 November 2017. Sedangkan pengumpulan berkas dari calon perseorangan ataupun tim kampanyenya adalah pada 22-26 November 2017.

"Setelah menerima berkas dukungan dari jalur perseorangan, KPU akan melakukan verifikasi administrasi dan faktual," terangnya.

Tambah Endun, Hasilnya akan diumumkan 1-3 Januari 2018. Jika ternyata dukungan KTP tidak sesuai dengan syarat setelah diverifikasi, yang bersangkutan masih bisa mendaftar ke KPU sebagai pasangan bakal cagub dan cawagub.

"Penyerahan dukungan dan pendaftaran bagi calon perseorangan ini memang berbeda waktunya. Tapi untuk pendaftaran, pelaksanaannya dilakukan bersamaan dengan calon dari partai, yaitu pada 8-10 Januari 2018," kata Endun.

Setelah mendaftar, calon perseorangan yang dukungan KTP-nya kurang jelas Endun, harus melengkapinya.

"Syaratnya pun cukup berat, kandidat harus melengkapi dukungan dua kali lipat dari jumlah kekurangan," terang nya.

Endun mencontohkan, misal jika jumlah KTP setelah diverifikasi kurang 200 ribu lembar, maka yang bersangkutan harus menambah KTP dukungan sebanyak 400 ribu lembar.

"Nanti itu juga kita verifikasi lagi. Waktu perbaikannya (pengumpulan dukungan KTP tambahan) itu pada 18-20 Januari 2018," jelas Endun.

Selain itu, dia pun menjelaskan bagi calon Gubernur dan Wakil gubernur yang masih status ASN, ketika mendaftar harus menyertakan surat pengunduran diri.

"untuk syarat yang lainnya masih sama cuman kalo ASN itu wajib menyertakan surat pengunduran diri," jelasnya.

Dia pun akan memverifikasi surat pengundurun diri yang di sertakan dalam pencalonan, namun selama masih belum mencalonkan diri ASN masih boleh meneruskan jabatannya.

"surat pengunduran dirinya harus benar, dengan sesuai undang-undang, " terang dia.

Category: Pemerintah, Peristiwa, Politik
Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat (Jabar) mengumumkan Syarat Calon Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat"