Workshop Pendidikan Berbasis Budaya

0 331
banner 468x60
banner 160x600

BCT-BANDUNG - Dinas pendidikan (Disdik) bersana Dinas Budaya dan pariwisata (Disbudpar) kota Bandung mengadakan workshop pendidikan berbasis Budaya bagi guru TK dan paud se kota Bandung.

Penilik atau pengawas dinas Pendidikan Kota Bandung Eddy Hermanto. P mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetnsi guru-guru sehingga mereka lebih profesional dalam mendidik.

"jadi mereka bisa lebih memperkenalkan jati diri bangsa kepada peserta diri, khusunya buda sunda, yang di miliki Jawa Barat," kata Eddy.

Jelas Eddy, program ini ingin lebih memperkenalkan budaya-budaya Sunda yang saat ini sudah mulai hilang dan cenderung tidak di kenal lagi di kalangan anak-anak sekarang.

"kita ingin sama-sama menggali nilai-nilai kebudayaan yang sudah mulai hilang di akalangan anak dengan para guru Paud, " tambahnya.

Terang dia, kita harus memiliki satu kesefahaman bersama para guru ini untuk saling menjaga dan mengajarka kearifan lokal yang kita punya.

"saat ini orang lebih suka bermain dan mempelajari budaya luar, di banding budaya sendiri, " jelas dia.

Terang dia, guru-guru yang menjadi tulang punggung sebagai pembelajaran harus mau memperdalam ilmu kebudayaan lokal.

"jadi mereka bisa membarikan pembelajaran kepada peserta didik cara memperkenalkan budaya dengan cara yang menyenangkan bagi anak, " tambahnya.

Harap dia, semoga guru-guru bisa lebih berkreasi dalam meyampaikan kesenian ini bisa dengan cara berbagai hal seperti, nyanyian, lukiasan atau pun permainan.

"sehingga anak-anak pub tidak merasa jenuh dalam menyerap ilmu, " jelasnya.

Sementara itu Kepala Bidang Kajian Kebudayaan Disbudpar kota Bandung Tjep Dahyat, SH,. M. Si, menjelaskan, banyak hal baik yang terkandung dalam kebudaayn yang kita miliki.

Dia mencontohkan, salah satunpermainan yang di miliki kebudayaan kita yaitu permainan coklak, terang dia permainan tersebut memiliki unsur komunikasi, matimatika dan komunikasi.

"banyak permainan yang lebih bermanfaat bagi pertumbuhan anak, " tambah dia.

Jelas dia, dengan adaya program ini, nantinya guru-guru lebih bisa memperkenalkan kearifan lokal, permainan-permain tradisi kesundaan.

"setiap permainan yang kita punya sebetulnya memiliki unsur yang menggambarkan jati diri orang sunda, " tambahnya.

Dia pun berharap dengan adanya pembinaan dari anak usia dini, sehingga kebudayaan bisa tetap lestarai.

"peran guru-guru harus lebih aktif dalam memperkenalkan kebudayaan lokal, " tuturnyan.

Category: Pendidikan, Peristiwa, Politik
Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Workshop Pendidikan Berbasis Budaya"