Kesehatan Hewan Ternak Diperiksa Berulang Menjelang Idul Adha

banner 468x60
banner 160x600

BCT-Bandung Untuk menjamin kesehatan hewan kurban kepala bidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat viteriner Arief hidayat,( kabid keswan kesmavet) Dinas ketahanan pangan dan pertanian provinsi Jawa Barat menurunkan sedikitnya 750 prakrisi kesehatan

Arif mengarakan akan terus memeriksa, mengawasi, dan pengendalian hewan kurban samapai H+ 4 lebaran, samapai saat ini H-2 di wilayah Jabar tidak di temukan hewan yang mangandung penyakit.

"Sejauh ini tidak ada hal yang bahaya, walau pun tidak semua peternakan kita cek satu persatu, " katanya saat di temui di Distan jalan dago kemarin.

Tambah dia, walau pun Kabupaten/kota sudah membentuk tim pengawasan sendiri dan melaporkan jumlah yang di potong, dan periks, jelas diaPasti ada yang tida di periksa

"saat ini keterbatasan SDM yang jadi kendala, walau pun Distad di batu temen-teman swasta dari perhimpunan dokter swsta,mahasiswa kedokteran, tapi jumlah nya masih terbatas, " jelasnya.

Akan tapi dia pun meberikan Ciri-ciri doma atau sapi yang sehat dengan cara Amati tihkan laku, cubit bagian kulit dan lihat kotoran hewan ternak nya.

"jika bereaksi ketika kita dekati itu berarti domba sehat dan jika cubit kulit, dan cepat kembali itu tidak dehitdrasi yang pasti tidak kurus, " jelasnya.

Terang Arif secara umum, penyakit pada hewan ternak dibagi dua, yaitu penyakit menular dan penyakit tidak menular.

"biasannya penyakit tidak menular tidak begitu berbahaya dan bisa segera diobati," terangnya.

Tetapi untuk penyakit menular, kata Arief , hewan penderita harus dipisahkan kandangnya.Satu di antara penyakit menular adalah Orf.

"Penyakit menular ini sebetulnya tidak terlalu berbahaya, tetapi dalam penanganannya tetap harus dipisahkan dari hewan yang lain," tambah nya.

Arif menuturkan ciri-ciri Orf, itu di domba dan kambing. Gejalanya ada tanda-tanda kecil seperti lepuh di mulut, itu disebabkan oleh virus. Kita isolasi di tempatnya. Pisahkan yang sakit dari yang

Penyakit lainnya ialah antraks yang merupakan jenis penyakit berbahaya. Satu di antara ciri-cirinya adalah kematian hewan ternak secara tiba-tiba tanpa adanya gejala tertentu.

"Jika menemukan hewan yang mati mendadak, dianjurkan untuk tidak memotong hewan tersebut," jelasnya.

Sehingga jika peternak atau penjual hewan menemukan gejala tersebut, maka hewan ternak itu harus segera dikubur atau dibakar.

"Tentu penyakit itu akan tertular ke manusia bila dipotong atau dimakan," paparnya

Terang Arif Sebenarnya jumlah penyakit pada hewan ternak ada sebanyak 25 jenis. Sebanyak 22 di antaranya sudah menyerang ternak di Indonesia.

Tetapi ada empat penyakit hewan yang menjadi fokus dari dinas peternakan yaitu flu burung, rabies, brucellosis (menyerang sapi perah) , dan antraks.

Khusus menjelang idul adha, tentu yang penyakit yang harus diantisipasi adalah antraks yang kerap menyerang hewan ternak potong semisal sapi atau kerbau.

Tetapi, masyarakat Jawa Barat tidak perlu khawatir, Arief Hidayat mengatakan dalam beberapa tahun terakhir, ternak di Jawa Barat dalam keadaan sehat.

Category: Ekbis, Lifestyle, Pendidikan, Peristiwa, Unik
Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Kesehatan Hewan Ternak Diperiksa Berulang Menjelang Idul Adha"