Tanpa Persatuan Umat Muslim Rohingnya Terus Menjadi Etnis Yang Lemah

banner 468x60
banner 160x600

BCT-Bandung Forum Ulama dan Tokoh Jawa Barat (FUT) memberikan sikap terkait pembantaian yang di lakukan terhadap muslim Rohingya dengan melakukan orasi di depan gedung sate, senin (4/9).

Koordinator FUT Jawa Barat KH Ali Bayanullah Al Hafiz mengatakan, pembantaiyan umat muslim di Rohingya bukan terjadi sekali namum sudah beberapa kali, tapi tidak ada satu negara yang mayoritas muslim yang mampu menolong.
Saat ini jumlah  umat muslim di dunia lebih dari 1,6 miliar, tambah Ali, bagaimana mungkin jumlah yang begitu banyak tidak mampu menolong saudaranya yang menderita di Rohingya.
"Ini menunjukan betapa lemahnya umat Islam saat ini," katanya saat memimpin aksi di depan gedung sate.
Sampai-sampai muslim Rohingya disebut PBB sebagai etnis paling menderita jelas Ali, dan sampai sekarang masih berlangsung dan belum ada solusinya.
"Bahkan mereka cenderung semakin menderita, dan terusir dari tempat kampung halamannya," terang nya.
Dia pun mendorong agar negara-negara Islam termasuk Indonesia untuk mengirimkan bantuan logistik maupun militer untuk menghentikan kekerasan yang terjadi di rohingya saat ini.
"Tanpa persatuan umat islam itu akan terus menjadi etnis yang sangat lemah," terangnya.
 Karena terang dia, tidak hanya di Rohingya, tapi di palestina dan di penjuru dunia lainnya masih banyak umat islam yang saat ini perlu bantuan kita,
"Maka persatuan itu di perlukan," jelasnya.
Sementara itu wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy mizwar mengecam pembantaian etnis Rohingya oleh militer dan sipil Myanmar dan meminta pemerintah jangan hanya mengecam dan memberikan bantuan makanan dan obat-obatan. Pemerintah, katanya, harus bisa mengintervensi kejahatan kemanusiaan tersebut bersama PBB, OKI, dan Asean, terutama kepada Perdana Menteri Myanmar Aung San Suu Kyi.
Kita dorong supaya Nobel Perdamaian untuk Aung San Suu Kyi bisa dicabut. Karena dia membiarkan terjadi bantaian di negaranya sendiri. Ini sangat bertentangan dengan Nobel yang dia dapat. Ini penghinaan terhadap kemanusiaan," kata Deddy Mizwar.
Deddy mengatakan mengapresiasi langkah cepat Joko Widodo yang langsung mengutus Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi ke Myanmar menemui Aung San Suu Kyi untuk membicarakan solusi konflik di Myanmar, dan mengirim bantuan makanan serta obat-obatan.
Deddy mengatakan yang terjadi di Myanmar adalah aksi kekerasan, penghancuran, pembantaian, dan genosida terhadap etnis Rohingya. Karenanya, mulai dari Asean sampai PBB harus segera bergerak menyelesaikan masalah kemanusiaan di Myanmar tersebut.
"Kalau kita sinergi dari daerah sampai pusat, ini kekuatan besar. Di Indonesia, kita jaga jangan sampai ada konflik etnik atau agama. Ini sebabnya kita harus terus sinergi dengan pemerintah, dengan upaya presiden menghentikan kekerasan di Myanmar," katanya.
Dalam orasinya, Deddy Mizwar mengatakan pemerintah dan PBB pun jangan hanya mengecam kekerasan di Myanmar, tapi juga kalau bisa mengirim tentara perdamaian untuk menyelesaikan konflik di Myanmar
Category: Hukrim, Pemerintah, Peristiwa
Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Tanpa Persatuan Umat Muslim Rohingnya Terus Menjadi Etnis Yang Lemah"