Allah Menampakkan Cahaya Kenabian Pada Baginda

0 76
banner 468x60
banner 160x600
BCT-Bandung Rindukah kau pada Rasulullah?
Kekasih Allah yang berjuang keras menyampaikan risalah Islam. Pernahkah terpikir dan merenungkan? Agama Islam yang hari ini kita pilih tidak lepas dari perjuangan Rasulullah dan orang-orang di sekitarnya. Mereka adalah orang-orang istimewa. Mengorbankan segala untuk Islam. Kekayaan, harta benda bahkan jiwa.
Berbagai tahapan dalam berdakwah Rasul lakukan. Mulai dari dakwah sembunyi-sembunyi di kalangan keluarga hingga dakwah terang-terangan hingga mengundang kecaman, celaan, bahkan penindasan serta pemboikotan. Macam-macam cobaan serta ujian Rasulullah hadapi. Gangguan kafir quraisy tiada henti menyergap diri, menguji kekuatan hati. Hingga pada akhirnya keputusan keji telah dirancang para pemuka kafir quraisy untuk membunuh Rasul. Namun, Allah Maha Kuasa, Dia mengutus jibril dan memerintahkan Rasulullah untuk berhijrah. Dan Rasulullah pun langsung bergegas meninggalkan rumah yang saat itu dikepung kafir quraisy. Dalam perjalanan hijrah Rasulullah inilah, Allah menampakkan mukjizat kenabiannya.
Sangat benar bahwasannya Allah menunjukkan mukjizat kenabian Rasulullah Salallahu alaihi wasallam. Sekalipun persiapan dan strategi yang dilakukan oleh kafir Quraisy untuk melaksanakan rencana keji sedemikian rapinya, namun mereka tetap mnegalami kegagalan total. Pada malam kala itu Rasulullah memerintah Ali untuk tidur di ranjangnya dan memakai burdahnya Rasulullah
“Tidurlah di tempat tidurku, berselimutlah dengan burdah hijau yang berasal dari Hadramaut, milikku ini.Gunakanlah untuk tidurmu, niscaya tidak akan ada sesuatu pun dari perbuatan mereka yang tidak engkau suka akan menimpamu.”
Sementara Rasulullah telah berhasil mengelabui mereka. Rasulullah keluar menembus barikade mereka dengan cara menaburkan tanah “segenggam al-Bathha” ke atas kepala mereka sehingga Allah mencabut pandangan mereka sehingga mereka tidak melihat beliau. Beliau membaca firman-Nya yang agung:
وَجَعَلْنَا مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لا يُبْصِرُونَ (٩)
“dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat”. (QS.Yaasin: 9)
Allah mengadakan dinding di hadapan dan di belakang  mereka sehingga mereka tidak melihat beliau. Entah dindingnya seperti apa, tidak dijelaskan. Allah lah pensiasat terbaik. Tidak ada seorang pun yang terlewatkan, beliau menaburi tanah diatas kepala mereka. Lalu beliau menuju kediaman sahabatnya, Abu Bakar Ashidiq, kemudian keduanya keluar dari pintu kecil belakang rumah Abu Bakar pada malam hari hingga sampai ke gua Trsur menuju ke arah Yaman.
Para pemblokade tetap setia menunggu hingga pukul 00.00 tanda hari mulai berganti. Tanda kesia-siaan pun tampak dan tiba-tiba datang seorang laki-laki yang tidak ikut dalam pemblokadean tersebut bertanya keheranan,”apa gerangan yang kalian tunggu?”. Mereka menjawab,”Muhammad,”. Dia melanjutkan,”sungguh sia-sia dan merugilah kalian. Demia Allah dia telah melewati kalian dan menburkan tanah di atas kepala kalian, lalu pergi menyelesaikan urusannya,” timpalnya. Akan tetapi mereka penasaran dan mengintip Ali dari celah pintu, ia melihat Ali yang masih tertidur dengan burdah Rasulullah. Sungguh, mereka mengira Ali adalah muhammad yang masih tertidur. Mereka menunggu hingga pagi menjelang . Ali pun bangunu dari tempat tidur. Melihat hal ini, mereka pun langsung menangkap Ali dan bertanya kepanya mengenai keberadaan Rasulullah. Namun Ali menawab,”Aku tidak mengetahui tentangnya,”ucap Ali.
12/13 27 Shafar tahun 14 kenabian menjadi saksi sejarah Rasulullah melakukan perjalanan dengan Abu Bakar. Rasulullah lebih awal tahu siasat tersebut. Rasullah tahu bahwa mereka akan selalu berusaha keras mengejarnya. Oleh karena itu, Rasulullah memilih jalan yang berlawanan menuju Yaman. 5 mil perjalanan mereka tempuh, hingga sampai di Bukit bernama Tsur. Jalan terjal mereka daki tanpa alas hingga kaki Rasulullah pun menjadi lecet (dijelaskan dalam buku ini) dan digendong oleh Abu Bakar untuk mencapai bukit tersebut.
Tiga malam lamanya mereka berdiam diri di gua, dari malam jumat hingga malam ahad (Fathul Bari 7/36). Sementara kaum Quraisy semakin menjadi-jadi manakala paginya mereka tidak mendapati Rasulullah. Mereka memukuli Ali dan menyeretnya ke Kabah dan mengurungnya sesaat dengan harapan mendapatkan informasi tentang Rasulullah. Namun tindakan tersebut tidak membuahkan hasil dan mereka pergi mengetuk pintu rumah Abu Bakar. Didapatinya Asma binti Abu Bakar, ia berkata”Demi Allah, aku tidak tahu dimana ayahku,”Dan seketika itu pun, Abu Jahal menampar pipi Asma hingga berjatuhan anting-antingnya. Tak bisa dibayangkan betapa kerasnya pukulan Abu Jahal.
Tidak puas dengan usaha tersebut, orang kafir quraisy mulai mengerahkan berbagai sarana guna menangkap keduanya. Semua jalur menuju kota Mekkah diperketat dengan pengawasan pasuan bersenjata. Dan mereka menghimbau akan memberikan 100 ekor unta bagi siapapu yang bisa mendapatkan Rasulullallah dan Abu Bakar ke hadapan mereka. Bagaimana pun kondisinya, hidup atau mati. Ketika itulah kalangan ahli baik pasukan berkuda, pejalan kaki maupun pelacak jejak dengan semangat mencari dan mendaki sampai ke lereng-lereng perbukitan, lembah , dataran tinggi dan rendah. Namun tetap, hal itu tidak membuahkan hasil.
Para pelacak itu pun sampai ke mulut gua, akan tetapi Allah Maha kuasa atas perlindunganNya. Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Anas dari Abu Bakar, dia berkata,”Aku berada di sisi Nabi, di gua Tsur, lalu saat aku menengadahkan kepalaku, aku dapatikaki-kaki mereka tetap diatasku. Lantas aku berkata,”wahai Rasulullah! Andai kata salah seorang mereka menoleh ke bawah pasti dia dapat melihat kita. Belia berkata dengan tenang,”Diamlah, wahai Abu Bakar! Kita memang berdua tapi Allahlah pihak ketiganya.”
Kejadian tersebut merupakan mukjizat yang dianugerahkan Allah kepada Nabi-Nya untuk memuliakan. Para pelacak itu pun akhirnya pergi tanpa berhasil melihat, padahal langkah kaki mereka sangat dekat mencapai mereka.
Oleh: Fika Fitria Syahroni

Sumber: Kitab Perjalanan Hidup Rasulullah Dari Kelahiran Hingga Detik-Detik Terakhir karya Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri.

Category: Lifestyle, Opini, Pendidikan, Peristiwa, Unik
Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Allah Menampakkan Cahaya Kenabian Pada Baginda"