Penulis Buku Balita Yang Mengandung Konten LGBT Datangi KPAI Hari Ini Dan Meminta Maaf

banner 468x60
banner 160x600
BCT-Bandung Setelah KPAI memanggil penerbit Pustaka Widyatama terkait buku balita yang berisi konten LGBT,  maka hari ini, (3/1) penulisnya, Intan Noviana  datangi KPAI pukul 13.00 WIB.
Intan menelepon KPAI selasa (2/1) kemarin dan menyatakan diri akan ke KPAI. Kedatangan Intan Noviana ke KPAI atas keinginan sendiri setelah berkoordinasi dengan penerbit Pustaka Widyatama dan membaca berita di berbagai media akan dipanggil KPAI.
Saat pertemuan dengan penulis,  KPAI menggali informasi sebagai berikut :
1. Saudari Intan Noviana mengakui bahwa buku “Balita Langsung Lancar Membaca” yang mengandung konten LGBT adalah tulisannya bersama Purnama Andri. Namun, terkait penulisan semuanya menjadi tanggungjwab Saudari Intan sendiri.
2. KPAI menanyakan motif yang mendorong Intan memilih kata “OPA suka Waria; Widia bisa menikahi Vivi dan lain-lain. Dari mana ide itu?
“Widia itu dibenak saya widyatmoko tetapi karna belum sampai ke moko jadi disingkat, dibenak saya tidak berpikir untuk pernikahan sejenis.
Opa bisa jadi waria, sering banyak konflik dengan waria (misalnya waria di yogya sangat sering mengganggu karena meminta secara maksa) dari situ saya megambil kata waria itu. Diperkenalkan kata waria, agar anak memahami arti kata waria. Tetapi mungkin ini jadi pembelajaran bagi saya dan saya meminta maaf,” ujar Intan.
Lanjutnya, “Tidak ada motif apapun. Saya memikirkan agar tidak ada kata yang sama, karena saya juga sedang banyak menulis dan banyak buku dan kehabisan kata. Tidak sengaja dan tidak bermaksud apapun”.
Namun KPAI terus mengejar dengan pertanyaan, mengapa harus Waria? Apakah tidak ada kata lain.  KPAI juga mempertanyakan rasanya jauh sekali Widyatmoko dengan Widia. Jadi wajar saja orangtua terganggu sekali dengan pilihan kata-kata tersebut. Saudari Intan kemudian meminta maaf atas kekeliruan memilih kata-kata tersebut.
3. Saudari Intan Noviana juga membawa buku-bukunya  yang lain yang semuanya tentang belajar membaca bagi balita, yaitu :
(a) Revolusi Belajar Membaca “Belajar Membaca Tanpa Mengeja” buku 1 (2011) dan buku 2 (2010, cetakan ketiga), semuanya diterbitkan oleh Pustaka Widyatama, padahal sebelumnya pihak penerbit menyatakan hanya menerbitkan satu bukunya Saudari Intan, yaitu “Balita Langsung Lancar membaca” yang heboh karena memuat konten LGBT.  Bahkan disertai CD pembelajarannya.
(b) Langsung Bisa Belajar Membaca Tanpa Mengeja yang diterbitkan oleh penerbit Cabe Rawit
4. Saudari Intan Noviana  mengaku sangat terkejut dengan berita ini, screenshoot yang beredar seperti pada tahun 2011. Buku berdiri satu-satu, yang pertama memang berseri yang dicetak oleh penerbit Pustaka Widyatama. Saya mengundurkan diri dari PNS untuk metode ini.
5. Buku ini tanggung jawab saya biarpun disana ada dua penulis. Purnama adalah CEO yang membantu memasarkan ke daerah-daerah untuk guru-guru agar metode ini tersampaikan keseluruh daerah.

6. Sudah menulis 9 (Sembilan) buku, namun 4 tahun terakhir tidak menulis, tetapi sedang meneliti untuk bahan menulis. Saudara Intan juga menunjukkan kartu permainan membaca yang dalihnya menjadi Bukti bahwa dirinya tidak mengkampanyekan LGBT, yaitu membuat kartu permainan membaca  membuat sesuai dengan gender.

Category: Hukrim, Pendidikan, Peristiwa
Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Penulis Buku Balita Yang Mengandung Konten LGBT Datangi KPAI Hari Ini Dan Meminta Maaf"