Di Alam Santosa 7 Negara Dukung Pencak Silat Jadi World Heritage

banner 468x60
banner 160x600

BCT - Alam Santosa, kediaman Eka Santosa biasanya menjadi arena kegiatan yang berhubungan dengan Gerakan Hejo, reservasi, dan lingkungan hidup, tiba-tiba dihadiri oleh sedikitnya 17 pesilat dari 7 negara Eropa yaitu Belanda, Jerman, Skotlandia, Norwegia, Swedia, Swiss, dan Itali membahas dunia persilatan.

“Kami hadir langsung dari Eropa, setelah mendarat di Jakarta datang ke Bandung lalu ke Pasir Impun. Sabtu (20/7/2019) menghadiri Temu Pendekar Internasional III di Balaikota Bandung (Jalan Wastukencana, red),” jelas Management rombongan Naga Kuning Institute Angelique de Bruin yang juga berprofesi sebagai dosen di sejumlah perguruan tinggi Belanda.

Sementara itu, Technical Director rombongan Naga Kuning Institut Walter Van Den Brote yang belakangan diketahui sebagai pesilat yang bertahun-tahun mendalami aliran pencak silat Sera yang khas itu, membenarkan kehadirannya di Alam Santosa akan berakhir Kamis (25/7/2019) mendatang.

“Selain menghadiri acara di Balaikota Bandung atas undangan Kang Edwin Senjaya selaku Ketua MASPI (Masyarakat Pencak Silat Indonesia). Salah satu guru kami yang hadir melatih di Pasir Impun ini pesilat Ki Daus,” jelas Walter sudah mempersiapkan jadwal kegiatan secara rinci selama tinggal di Alam Santosa.

Pada pihak lain, Eka Santosa selaku tuan rumah yang semula terkaget-kaget atas ‘serbuan’ mendadak dari para pelisat mancanegara ini, akhirnya pada Jumat petang ia tampak tenang:

“Semula kaget ya reuwas we, namun kagum ke tamu-tamu dari negeri Eropa ini. Jauh-jauh hanya ingin mendalami ilmu beladiri pencak silat? Sementara di negeri kita sendiri, anak-anak muda kini malah gandrung dengan bela diri dari luar negeri. Tambah kaget, ketika tahu para pelisat ini, justru akan mendukung penetapan pencak silat sebagai warisan budaya (tak benda) asal Indonesia oleh UNESCO. Katanya, keputusannya keluar akhir tahun 2019. Makanya, mereka ini saya anggap sebagai tamu kita semua. Kebetulan pula dengan Ki Daus salah satu gurunya kami sering bertemu dalam kegiatan bersama, tetapi kalau dalam hal pencak silat baru kali ini,” ungkapnya.

Sementara itu salah satu pesilat dari Naga Kuning Institute ini Gino Hoogervors yang sudah 3 tahun terakhir mempelajari pencak silat aliran Sera, merasa senang tinggal di Alam Santosa. Kepada redaksi ia mengemukakan kesan-kesannya:

“Tempatnya, bagus sekali karena kental dengan unsur budaya. Apalagi tuan rumahnya, tahu persis tentang sejarah dan budaya pencak silat. Kebetulan sekarang di Eropa bagi pemuda seusia saya, mulai banyak yang ingin tahu tentang apa kedalaman seni bela diri pencak silat di negara asalnya. Makanya, kami jadwalkan di masa liburan ini pergi langsung ke Indonesia,” tutup Gino dan rekannya berlatih pencak silat di Alam Santosa untuk persiapan penampilan di Balaikota Bandung.

Category: BudparTags:
Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Di Alam Santosa 7 Negara Dukung Pencak Silat Jadi World Heritage"