Oded: Kontribusi Paguyuban Pasundan Tak Perlu Diragukan

banner 468x60
banner 160x600

BCT - Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengaku bangga dengan Paguyuban Pasundan. Pasalnya, organisasi yang berdiri pada 20 Juli 1903 ini telah konsisten berkontribusi terhadap pembangunan di Indonesia khususnya di Kota Bandung.

Menurut Oded, sejak berdiri, Paguyuban Pasundan tak hanya mempersatukan "urang Sunda" tetapi telah berkontribusi di berbagai bidang. Mulai di bidang sosial budaya, pendidikan, kepemudaan, hingga ekonomi.

"Paguyuban Pasundan memiliki lembaga pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi. Di bidang kebudayaan, kontribusi Paguyuban Pasundan sudah tak perlu diragukan," kata Oded di Pendopo Kota Bandung Jalan Dalem Kaum, Sabtu (20/7/2019).

Sedangkan di bidang ekonomi, kata Oded, Paguyuban Pasundan telah membantu memerangi kemiskinan melalui sejumlah badan dan unit di bawah naungannya. Paguyuban Pasundan telah membina sekitar 1.600 UKM di Indonesia, bukan hanya di Jawa Barat.

Oleh karenanya, Oded sangat berharap, Paguyuban Pasundan di usainya ke-106 tahun bisa terus berkontribusi untuk Indonesia, Jawa Barat, dan juga Kota Bandung.

"Dirgahayu Paguyuban Pasundan. Semoga Paguyuban Pasundan bisa semakin eksis dan mampu membawa 'urang Sunda' semakin sejahtera," harap Oded yang juga pernah menempuh pendidikan Program Strata 1 (S1) di Universitas Pasundan.

Seperti diketahui, Paguyuban Pasundan adalah organisasi budaya Sunda yang berdiri sejak tanggal 20 Juli 1913. Paguyuban Psundan menjadi salah satu organisasi tertua yang masih eksis sampai saat ini.

Selama keberadaannya, organisasi ini telah bergerak dalam bidang pendidikan, sosial-budaya, politik, ekonomi, kepemudaan, dan pemberdayaan perempuan. Paguyuban ini berupaya untuk melestarikan budaya Sunda dengan melibatkan bukan hanya orang Sunda tetapi semua yang mempunyai kepedulian terhadap budaya Sunda.

Category: PendidikanTags:
Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Oded: Kontribusi Paguyuban Pasundan Tak Perlu Diragukan"