Kolonel Yusep Sudrajat: Buang Limbah Sembarangan Akan Berhadapan Dengan Hukum !

banner 468x60
banner 160x600

BCT – Komitmen Satgas Citarum dalam mengatasi para pengelola pabrik bandel yang membuang limbah secara ilegal semakin kuat. Sejumlah pabrik bermasalah para pengelolanya harus berhadapan dengan hukum.

“Kalau ada yang ketangkap masih membuang limbah kotor saya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian, pihak LH (Dinas Lingkungan Hidup, red) untuk dilaksanakan tindakan hukum. Itu sudah diberikan kepada beberapa pabrik yang seperti itu,” tegas Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Yusep Sudrajat beserta para anggotanya kepada wartawan saat mengecek langsung PT. Trisulatex sebuah pabrik di Jalan Mahar Martanegara No. 170 Kota Cimahi, Selasa (30/7/2019).

Dansatgas berharap dengan pemberitaan ini nanti menjadi viral, kemudian akan disampaikan kepada semua pemilik pabrik agar jangan kucing kucingan lagi karena pada dasarnya prajurit Siliwangi ini ada 24 jam berada di sektor masing-masing di wilayahnya untuk menjaga kejernihan atau keadaan sungai-sungai yang dipertanggungjawabkan kepadanya. Sejumlah pabrik bahkan para pengelolanya ada yang tengah menjalani proses hukum.

Terkait hasil cek PT Trisulatex Dansatgas menyebutkan, ternyata pengelola masih konsisten dan hasil tes melihat ikan hidup disana airnya bening dengan baku mutu yang baru ini, ini dinilai udah lebih bagus sesuai harapan tim Satgas.

“Ke semua pabrik akan saya datangi satu persatu mengecek ke setiap pabrik. Saya akan melihat komitmen, apa yang sudah dibuat dulu sejauh mana mereka mengelola pabrik ini komitmen ini. Salah satunya di PT Trisulatex ini sudah melaksanakannya,” kata Yusep.

Dikemukakan, berdasartkan Perpres no 14 thn 2010 ini kalau bukan Dansektor, bukan Satgas Citarum yang mengamankan melaksanakan perpres itu siapa lagi. Dikemukakan, daerah aliran sungai Citarum ini harus segera normal seperti dulu kala agar masyarakat bisa aktif lagi di DAS Citarum bisa dimanfaatkan lagi baik untuk pertanian, perikanan, listrik. Mungkin ke depan bisa untuk mandi lagi, dipake main main lagi. Waktunya masih lama, baru satu tahun tiga bulan dari waktu perpres 7 tahun yang direncanakan. Jadi kita akan tetap konsisten untuk mengecek limbah ini.

Sementara itu, Direktur Produksi PT Trisulatex Wagiyono mengemukakan, untuk proyek IPAL sendiri pihaknhya mengelola dengan cara kimia kemudian biologi, dan terakhir melakukan proses filtrasi karena kedepan pihaknya punya proyek untuk proses recycle water.

“Karena seperti Dansektor tadi bicara bantaran sungai di Cimahi mungkin sudah banyak tercemar. Jadi kita memang progres ke depan recycle water. Sehingga ipal kita memang dipersiapkan untuk itu. Saat ini kita sudah jalan 10 persen untuk proses recycle,” ungkapnya.

Dikatakan, debit yang dibuang ke sungai sesuai dengan ijin 8000 sampai 1000 meter kubik perhari. Untuk kedepan kita ekspance bahkan kita nyiapin dua sampe tiga lipat kapasitas ipalnya jadi 3500 meter kubik.

“Pabrik ini sudah berdiri 52 tahun jadi cukup lama dan kita sudah komitmen sesuai dengan Dansektor tadi bicara dari tahun kemarin dan saya juga sangat salut dengan Dansektor 21 beliau terus terusan kontrol patroli terus dan kita sangat welcome sesuai dengan komitmen yang sama sama kita dibuat bersama Dansektor,” tandas Wagiyono.

Category: PeristiwaTags:
Email Autoresponder indonesia
author
No Response

Leave a reply "Kolonel Yusep Sudrajat: Buang Limbah Sembarangan Akan Berhadapan Dengan Hukum !"