Sic Mynded “Jelaga 2020”, Album Catatan Perjalanan Musik Dua Dekade

BCT – Band industrial asal Jakarta Sic Mynded, belum lama ini resmi meluncurkan album terbaru mereka yaitu “Jelaga 2020” dengan format digital bagi para penikmat musik tanah air. Album yang berisikan 13 lagu beraliran elektronik rock ini, membawa pendengar ke perjalanan panjang Sic Mynded sebagai sebuah band dengan segala perubahan di dalamnya yang membuat music mereka matang dan memiliki cirri khas tersendiri. Album ini sudah tersedia di semua layanan music streaming dan tokomusik digital. Album ini menjagokan single “Jelaga 2020”, “Triggerdance”, “Save Your Kiss” dan juga “Peace Within”, yang sudah sempat diluncurkan sebagai single terpisah di penghujung Februari 2020 lalu.

Dengan hadirnya album “Jelaga 2020” ini artinya sudah ada 4 buah album dan 5 buah single dirilis sejak dari awal band ini didirikan oleh Oddie Octaviadi dan Rudi Soedjarwo di kota San Diego, Amerika Serikat. Band yang pertama kali meluncurkan album di tahun 1995 di Amerika Serikat ini sempat mengalami hiatus disebabkan kesibukan Rudi sebagai seorang sutradara dan Oddie dengan pekerjaannya di bidang digital dan komunikasi. Namun Rudi dan Oddie kembali bergabung dan aktif bermusik kembali sejak di akhir 2018 di mana single berjudul “Peace Within” digarap. Di tahun 2019 pun Sic Mynded mendapatkan anggota-anggota baru yaitu Marcell Siahaan, Gatot Alindo, Aldi Pagaruyung dan Adra Karim yang masing-masing dating membawa keunikan gaya bermusik mereka.

“Kami di tahun 1999 pernah meluncurkan album berjudul ‘Jelaga’ dan sempat mendapatkan nominasi AMI Awards di tahun yang sama. Di tahun 2020 ini, kami mengambil kesempatan untuk memperkenalkan kembali karya-karya lama yang lalu kami rekam atau di-master ulang sembari melepas beberapa lagu-lagu baru. Ke 13 lagu di album “Jelaga 2020” ini secara mayoritas ditulis oleh saya dan Rudi, sementara proses aransemen dan rekam ulang beberapa lagu lama diproduseri oleh Marcell Siahaan,” ujar Oddie, sang vokalis.

“Lagu lagu Sic Mynded di album baru ini mewakili perjalanan hidup saya untuk menjadi manusia yang lebih baik. Sebagai manusia yang jauh dari kesempurnaan, album ini menggambarkan perjuangan dan seni dalam menghadapi berbagai tantangan hidup terlepas apakah saya sudah berhasil mencapai hal itu atau belum,” ujar Rudi, sang co-founder.

“Album Jelaga 2020 adalah pencapaian dari suatu perjalanan spiritual memaknai hidup apa adanya, tanpa harus selalu terlihat dalam ‘bungkus’ dan ‘kosmetika’ positif dan relijius. Tidak harus berandai-andai, tidak harus bermanis-manis. Menuju bijak, seringkali perjalanannya tidak terlihat bijak, dan itu realita yang apa adanya,” tambah Marcell.

Selain merilis album “Jelaga 2020” dalam bentuk digital, Sic Mynded pun berencana akan melepas bentuk fisiknya di akhir bulan Maret 2021 ini. Rilisan fisik ini nantinya akan berbentuk double album yang merangkum semua rilisan Sic Mynded pada selama 2020.

Temukan album “Jelaga 2020” di layanan streaming seperti Spotify, Langit Musik, Apple Music, YouTube Music, Joox, Deezer, dan lain-lainnya.

Updates:

19 November 2020, Ini bisa dianggap sebagai momen “pecah telor”, setelah berdekade tidak pernah tampil, Sic Mynded mengadakan pertunjukkan live melalui platform streaming asal Indonesia, Showbeast. Di dalam penampilan yang dibrodcast kebanyak pengguna platform ini Sic Mynded membawakan 6 lagu yaitu “Jelaga 2020”, “Dia De Los Muertos”, “Peace Within”, “Sisa X”, “Ketika Dunia Berhenti Berputar”, dan “Triggerdance”.

27 November 2020: Sic Mynded meluncurkan sebuah mini album yang diberi judul “Jelaga X 2020”, yang didesain untuk menjadi pelengkap dari album “Jelaga 2020” yang diluncurkan pada Juni 2020. Di rilisan ini Sic Mynded mempersembahkan 7 lagu yang terdiri dari reka ulang dari lagu “Sisa X” dan “Dia De Los Muertos” yang sempat dirilis pada tahun 2003 dalam album “Ketidaksempurnaan”, remix dari lagu “Jelaga 2020” oleh Aghi Narottama, seorang music director dan juga peñata musik untuk film, ditambah beberapa lama yang dimastering ulang.

Berikut personil Sic Mynded berdasarkan urutan, gambar atas kiri ke kanan: Marcell Siahaan (drums), Oddie Octaviadi (vocals), Rudi Soedjarwo (synths), gambar bawah kiri ke kanan: Aldi Pagaruyung (bass), GatotAlindo (guitars), Adra Karim (synths). ***

Related posts

Leave a Comment