Pentingnya Otentisitas Cerita Lokal agar Diterima Penonton Global

BCT -Netflix, layanan streaming hiburan terkemuka di dunia, kemarin menggelar diskusi virtual bertajuk “Membawa cerita-cerita terbaik dari Indonesia ke dunia”. Tiga kreator film Ali & Ratu Ratu Queens (ARRQ), film Indonesia yang tayang perdana secara global di Netflix pada 17 Juni 2021.

Turut hadir sebagai panelis diskusi, yaitu produser dari Palari Films, Muhammad Zaidy dan Meiske Taurisia, dan sutradara Lucky Kuswandi. Panelis lainnya adalah produser Shanty Harmayn dari BASE Entertainment dan Malobika Banerji, Director of Content, SEA, Netflix.

Acara ini mendiskusikan tentang pentingnya menghadirkan cerita-cerita lokal yang otentik dan relevan untuk memenangkan hati penonton global, serta bagaimana Netflix dan industri film lokal dapat bekerjasama untuk memfasilitasi hal tersebut.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Hilman Faridmenyambut baik inisiatif Netflixdalam menghadirkan para kreator untuk berbagi gagasan dan masukan tentang bagaimanasektor kreatif dapat membawa lebih banyak cerita lokal ke dunia.

“Industri kreatif di negara initerus berkembang dan Indonesia sendiri begitu kaya dengan cerita-cerita menggugah yang bisa dibagi. Kami bangga bahwa cerita-cerita berkualitas seperti ARRQtidak hanya dinikmati oleh orang-orang di Indonesia, tapi juga memikat audiens di seluruh dunia.Kami berharap, seiring berjalannya waktu, akan ada lebih banyak lagi cerita-cerita dari Indonesia yang disukai oleh penonton diberbagai negara,” katanya.

SEA Content Director, Netflix, Malobika Baneji mengungkapkan, Netflix, percaya bahwa cerita-cerita yang menggugah bisa datang dari mana saja dan disukai di mana saja, dan ini seringkali dimulai dengan keinginan para sineas sendiri untuk membuat cerita yang menarik dan otentik.

“ARRQ merupakan contoh yang baik akan cerita otentik yang dapat beresonansi dengan siapapun yang pernah pindah kenegara lain dan menemukan ratu-ratu mereka sendiri.Indonesia sungguh kaya akan cerita-cerita lokal, budaya dan kreator berbakat dan kami sangat gembira telah diberi kesempatan untuk menemukan dan membagi cerita-cerita tersebut ke dunia,” ungkapnya.

Menurut survey yang dirilis Kantar dan The Trade Desk, konten lokal memegang peranan penting dalam meningkatkan penggunaan OTT secara signifikan. Di Indonesia sendiri, tayangan lokal merupakan konten yang paling banyak ditonton pengguna layanan streaming dengan persentase sebanyak 43%, disusul oleh konten Korea dengan 42%. Semakin populernya layanan streaming di negara ini menjadi peluang emas bagi industri film lokal untuk membuat cerita-cerita menggugah yang relevan dengan penonton diberbagai negara.

Produser ARRQ dari Palari Films, Muhammad Zaidy said, menyebutkan, sangat bangga telah diberi kesempatan oleh Netflix untuk menyampaikan pesan melalui ARRQ bahwa ada lebih dari satu cara untuk menemukan dan menjadi sebuah keluarga dan itu adalah sesuatu yang patut dirayakan. Namun demikian, setiapkali kami membuat film.

“Fokus kami tidak semata untuk menjadikannya global; yang terpenting adalah berusaha sebaik mungkin membuat cerita yang menurut kami penting untuk diceritakan dan dapat beresonansi dengan banyak orang. Selalu jujur dan tulus dan fokus pada pembuatan cerita dan karakter dan yang lainnya akan mengikuti,” terangnya.

Produser Shanty Harmayn dari BASE Entertainment,mengatakan, Saat ini merupakan saat yang paling mengasyikkan untuk menjadi kreator lokal di Indonesia, karena ada semakin banyak layanan streaming yang tersedia dan tertarik untuk menghadirkan cerita-cerita lokal. Sekarang kita sudah memiliki platform untuk membantu kita menjangkau penonton yang lebih luas; langkah berikutnya yang perlu kita lakukan adalah meningkatkan kemampuan bercerita kita untuk dapat berbicara di pasar internasional.

“Kuncinya adalah relevansi, yang bukan berarti membuat cerita-cerita yang relevan bagi audiens global, tapi seringkali cerita-cerita tentang isu-isu spesifikdan mendalam seperti manusia, ekspresi dan koneksi emosional,” katanya.

Sejak kehadirannya di Indonesia pada 2016, Netflix terus berkontribusi terhadap perkembangan industri film di Indonesia melalui kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan untuk membawa cerita-cerita terbaik dari Indonesia ke penonton global.

“Kadang ada kesalahpahaman bahwa sebuah cerita harus memiliki unsur ‘internasional’ supaya dapat menarik perhatian penonton global. Namun, berdasarkan pengalaman kami, sebenarnya yang dicari adalah cerita-cerita yang otentik. Kami melihat industri film Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan kami selalu mencari peluang untuk dapat mendukung sineas Indonesia dalam menyampaikan cerita unik dan menggugah yang mereka miliki serta meningkatkan kapasitas para kreator; diskusi ini merupakan bagian dari komitmen tersebut,” tutup Malobika. ***

Related posts

Leave a Comment