Sejumlah Kegiatan di Ace Kembali Dibuka Usai PPKM

BCT – Ace Hartono Mall Yogyakarta, pusat perkakas dan life style di Mall terbesar se-Jateng DIY, menyambut kembalinya traffik customer paska pengetatan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dengan membuat acara bertajuk Welcome Drink & Pop Corn Party for Customer.

Sekar Tyas Nareswari, Store Manager Ace Hartono Mall menjelaskan bahwa tingkat kunjungan pelanggan sudah mulai berangsur baik setelah paska PPKM yang menyebabkan pusat perbelanjaan atau mall sempat ditutup.

Lalu secara bertahap diatur bahwa dimana usia anak di bawah 12 tahun dan orang tua diatas 70 tahun tidak dapat ke mall, dikarenakan hari ini sudah ada kelonggaran masuk mall tanpa batasan usia.

“Hal tersebut sebagai cara mengucapkan terima kasih atas kembalinya pelanggan setia ke Ace Hartono”, ujar Sekar yang juga merupakan pengurus Komunitas Sales di Yogyakarta, Minggu 17/10/2021.

Sekar menjelaskan, event lokal atas inisiatif store ini juga sekaligus menginformasikan program nasional promo terbesar akhir tahun bertajuk Boom Sale, yang memberikan diskon terbanyak, terbesar hingga lebih dari 600 item yang tersedia.

“Menghadapi new normal, kami segera menyesuaikan diri dan memiliki kecanggihan teknologi yang sesuai dengan kondisi saat ini. Tugas kami pada pelanggan saat ini adalah melakukan sosialisasi cara belanja kekinian dan modern,” ungkapnya.

Dijelaskan, dengan mendownload aplikasi Miss Ace di handphone pelanggan, mereka dapat scan sendiri barcode barang-barang yang dibelanjakan serta langsung melakukan pembayaran via handphone dengan mobile banking atau e wallet seperti shopee pay dan gopay tanpa antri di kasir lagi.

“Belanja terasa aman, mandiri, dan modern karena dalam aplikasi tersebut juga tertera produk knowledge yang membuat pelanggan dimanjakan melalui gadgetnya sendiri yang digunakan secara hybrid yaitu bisa belanja online dari rumah atau belanja online meski di dalam store, hanya lewat genggaman, tanpa bersentuhan dengan salesperson” tandas Sekar,

Sekar mengungkapkan, tidak khawatir jika membuat pelanggan cenderung berbelanja online dan enggan visit offline. Menurutnya, store offline tetap lebih eksis tidak tergusur dengan cara belanja online.

Menurutnya, jika mempunyai strategi marketing kekinian dan kemampuan hybrid salesman yang membuat mampu memadukan online dan offline dengan membuka omny channel dalam melayani pelanggan.

“Disiapkan juga extraordinary service berupa pelayanan yang melampaui harapan dan menyentuh emosional pelanggaan,” tandasnya.

Related posts

Leave a Comment