BMKG Bandung Tanggapi Terkait Heboh Gempa Sesar Lembang

BCT – Terkait kehebohan di sejumlah media sosial tentang terjadinya gempa sesar Lembang, berikut penjelasan Ketua Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofifika (BMKG) Bandung, Teguh Rahayu melalui akun twitter @BMKGBandung dan WAG Newsroom Bandung, yang diterima redaksi, Selasa (26/7/2021).

1. Sesar Lembang merupakan sesar aktif dengan panjang sekitar 25-29 km yang terbagi menjadi 3 segmen. Berdasarkan kajian paleoseismik sesar Lembang mengalami pelepasan energi (gempabumi) tahun 1600

2. Jika 3 segmen sesar Lembang bergerak bersamaan akan menimbulkan gempa bumi dengan kekuatan maksimum sekitar 6.8-6.9 Mw

3. Hingga saat ini, aktivitas gempabumi terakhir yang terekam seismograf (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofifika  (BMKG)  yaitu tahun 2010-2012 sebanyak 14 kejadian. Dari kejadian tersebut hanya 1 gempabumi yang dirasakan (28 Agustus 2011)

4. Gempabumi belum dapat diprediksi, sehingga informasi bahwa tahun 2021 Sesar Lembang akan melepaskan energi yang dikumpulkan sejak 2012 adalah informasi hoaks (tidak benar)

5. Sesar Lembang memiliki potensi kegempaan, tetapi kapan terjadi dan besar magnitudo belum bisa diprediksi. Potensi kekuatan gempa maksimum dapat diketahui, tetapi energi yang dihasilkan bisa saja hanya 40 atau 50 persen dari energi maksimum.

Related posts

Leave a Comment